Waspada Jalan Lintas Maba Utara Bisa Memakan Korban

Editor: BrindoNews.com author photo

Kondisi jalan lintas penghubung Maba Utara dan Maba Tengah. Di sebelah kiri jalan tampak sebuah tebing tanpa talud penahan longsor.

Pemerataan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh pemerintahan Ubaid Hi. Yakub dan Anjas Taher. Akses jalan sulit kadang masih menjadi momok dalam berkendara.

Salah satu lokasi yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Halmahera Timur adalah jalan lintas penghubung Kecamatan Maba Utara dan Maba Tengah. Masyarakat di dua kecamatan penyangga kabupaten bermotto Limabot Fayfiye ini bahkan keselamatan mereka terancam ketika melintasi jalan tersebut.

Irwan, salah satu pengendara roda dua, mengaku kondisi jalan yang tidak memadai itu sudah berlangsung lama. Kerusakan jalan badan jalan, ditambah material longsong yang menimbun badan jalan memperparah sulitnya akses.

“Apalagi musim hujan begini warga semakin resah. Di sekitar jalan ada jurang. Takutnya hilang kendali dan terpeleset ke jurang,” kata Irwan, Rabu 19 Mei.

Irwan mengatakan jalan yang rusak membuat warga memilih moda transportasi laut ketika berurusan di ibu kota kabupaten. Kata Irwan, biaya transportasi lain mencapai 1 juta rupiah sekali bepergian.

“Perjalanan ke ibu kota kabupaten menggunakan perahu fiber, ongkosnya Rp.1 juta dengan lama perjalanan 4 jam. Kalau akses darat hanya Rp.50 ribu, dua jam sudah sampai di ibu kota kabupaten,” ucapnya.

“Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Halmahera Timur secepatnya mengantisipasi sebelum terjadi memakan korban. Walau belum disirtu, paling tidak, mengangkut material longsor. Langkah mitigasi pemerintah sangat penting,” sambungnya.

Bupati Halmahera Timur, Hi. Ubaid Yakub dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan informasi tentang longsor di jalan lintas di Kecamatan Maba Utara dan Maba Tengah.

Hi. Ubaid menyatakan, koneksivitas antar kecamatan ke kabupaten menjadi fokus Pemerintah Hamahera Timur.

“Menyangkut perhatian serius dan peningkatan akses jalan di Kecamatan Maba Utara dan Wasile Utara tidak mengabaikan kepentingan masyarakat di kecamatan lain. Pengembangan ekonomi dan peningkatan infrastruktur di kecamatan lain tetap kami  perhatikan, kebijakan itu bersifat proporsional sehingga kami menyentuh semua kepentingan masyarakat,” katanya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini