Termohon Tolak Dalil Pemohon Pada Sidang Praperadilan Kasus Nautika

Editor: BrindoNews.com author photo

 

Foto : Sidang Peraperadilan Kasus Tipikor Pengadaan Kapal Nautika

TERNATE,BRN – Sidang gugatan praperadilan akibat penetapan tersangka kasus korupsi pengadaan Kapal Nautika dan Alata Simulator dengan agenda jabawan pemohon, yang dipusatkan di Kantor Pengadilan Negeri Tipikr Ternate, Rabu (31/3/2021).

Termohon yang hadir yakni kordinator bidang pidsus, KTU dan Kepala seksi Huweksi, kejaksaan tinggi Maluku Utara.  Sementara pihak pemohon yang hadir yakni Kuasa Hukum Pemohon.  Termohon menolak tegas dalil-dali yang disampaikan kuasa hukum pemohon yakni

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Malut kepada wartawan Richard Sinaga mengatakan, bahwa memang benar pada hari (Rabu/31/3) sidang peraperadilan dengan agenda mendengarkan keterangan pemohon Ibrahim Ruray

Sidang Prapid yang dilakukan di gedung Pengadilan tinggi Tipikor Kota Ternate pada Rabu (31/3/) adalah Sidang terkait jawaban Termohon dan penyampaian bukti-bukti surat dari pihak pemohon dan pihak termohon.

" Sidang hari ini kami selaku termohon menolak dalil-dalil dari pihak pemohon. Penetapan direktur PT Tamalanrea Ibrahim Ruray sebagai tersangka, sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, sebagaimana dalam ketentuan pasal satu (1) 84 ayat 1 KUHP mengenai alat bukti yang sah," katanya.

Richard menambahkan, penetapan tersangka juga sesuaikan dengan putasan mahkama konsitusi nomor 21/PU- romai 12/2014, tentang dua alat bukti yang sah. Prinsipnya sidang Prapid tersebut kita tetap pada konsisten dan tetap menolak segala dalil-dalil yang disampaikan kuasa hukum pemohon," tegasnya.

Disentil terkait dengan statement pihak pemohon atas penetapan tersangka yang hanya berdasarkan dua alat bukti dan hasil penghitungan sendiri ini tidak sah, Juru bicara Kejati Malut ini mengatakan, pemohon yang mengatakan hal-hal yang demikian itu sah-sah saja, itukan hak dari para pemohon.

" Apapun alasan pihak pemohon untuk melakukan gigugatan keberatan atas penetapan tersangak, pihak termohon tetap menolak dalil pemohon yang di sampaikan di pengadilan  yang di tetapkan sebagi tersangka ini.

Untuk kerugian negara, Richard menegaskan, menurut tim, penyidik bahwa perbuatan yang dilakukan oleh tersangka atas kerugian negara itu, Kejati Malut menemukan adanya kerugian negara. Hanya saja tim penyidik masih menunggu hasil perhitungan dari BPKP, akibatnya tim penyidik lambat membuat kesimpulan hasil temuan kerugian Negara yang dilakukan para tersangka.

" Pasal Satu (1) 84 Ayat 1 itu sudah jelas adanya dua alat bukti yang jelas. Untuk itu menurut tim penyidik telah terdapat dua alat bukti yang sah terhadap perkara tersebut,”

Diketahui, Sidang akan dilanjutkan pada kamis (01/04) besok dengan agenda keterangan saksi dan ahli dari pemohon serta mendengarkan keterangan saksi dari termohon.(tm/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini