Kelanjutan Kasus Pengeroyokan di Jambula Tergantung Gelar Perkara Tahap Dua

Editor: BrindoNews.com author photo

Ilustrasi pengeroyokan. (foto:detik.com).

Kepolisian Sektor atau Polsek Jambula, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate, menjadwalkan melakukan gelar perkara tahap dua pada Selasa, 6 April pekan depan. Kegiatan dengan menghadirkan pihak pelapor dan terlapor ini guna menentukan apakah kasus tersebut dilanjutkan atau tidak.

Kepala Polsek Jambula, Iptu. Indah Fitria Dewi menuturkan, gelar perkara tahap dua rencananya digelar di Polres Ternate. Namun sebelum gelar perkara tahap dua, lanjut Indah, Penyidik Polsek Jambula masih menunggu pengembalian hasil gelar perkara tahap satu.

“Hasilnya sudah ada, tinggal diambil. Unit reskrim (Polres Jambula) sudah berkomunikasi dengan Direktorat Kriminal Umum Polda Maluku Utara, dan Senin nanti kita sudah ambil (hasil gelar perkara tahap satu),” kata Indah, Jumat siang, 2 April.

Indah mengatakan dugan kasus tersebut akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Sebelumnya kasus ini sudah dilakukan rekonstruksi pertama sesuai petunjuk gelar perkara tahap satu.

“Jika dalam gelar perkara tahap dua terbukti (melakukan pengeroyokan) maka kasus ini  kita sidik. Dalam reka ulang tersebut terduga pelaku bilang sempat memukul korban. Awalnya terduga pelaku tiga orang, namun hasil reka ulang hanya dua orang saja, sedangkan satu terduga lainnya dijadikan saksi,” katanya.

Kebun Warisan

Penasehat hukum Maryam Salasa, Khairun Abd. Gani menjelaskan, dugaan pengeroyokan terhadap kliennya itu bermula dari adu mulut di lokasi kebun warisan. Lokasi ini jaraknya sekitar 1 kilo meter dari pemukiman warga Jambula.

“Kasus ini berawal saat korban ke kebun (kebun warisan) bersama Ibu Saina (saksi) pada Kamis, 26 November 2020, sekira pukul 2.00 WIT. Setelah sampai di kebun korban dan saksi kemudian membakar rumput. Tiba-tiba ada suara bafeto (marah) dari lokasi kebun lain, kemudian terjadilah adu mulut,” kata Khairun mengulangi cerita korban.

“Dari situlah, empat terduga pelaku lalu mendekati korban. Yuyun melempar batu kearah korban, sementara Yuli memukul menggunakan botol. Saksi (Ibu Saina) berusaha melerai, namun anak laki-laki dari HB menghalangi dan mengancam akan memotongnya. Akhirnya saksi takut, dan disaat bersamaan HB dan MS (orang tua Yuyun dan Yuli) ikut memukul korban,” sambung Khairun sembari mengatakan kebun warisan tersebut sudah ada pembagian jatah masing-masing. (eko/red)

Catatan redaksi:  Berira ini sudah dilakukan revisi satu kali untuk memperbaiki judul pada pukul 18.57 WIT. Sebelumnya ditulis “Polsek Jambula Jadwalkan Gelar Perkara Tentukan Tersangka Pengeroyokan” diralat menjadi “Kelanjutan Kasus Pengeroyokan di Jambula Tergantung Gelar Perkara Tahap Dua” seperti tertulis pada judul diatas. Atas kekeliruan ini redaksi brindonews.com meminta maaf yang sebesar-besarnya. Mohon maaf juga atas ketidaknyamanannya.

Share:
Komentar

Berita Terkini