PN Ternate Putuskan Status Ibrahim Ruray Sebagai Tersangka Dicabut

Editor: BrindoNews.com author photo

 Kasi Pidsus : Kami Tetap Lanjutkan Penyidikan 

Suasana Sidang Putusan Praperadilan di Pengadilan Negeri Ternate 

TERNATE, BRN – Sidang putusan praperadilan akhirnya dimenangkan direktur PT. Tamalanrea Karastama, Ibrahim Ruray yang sebelumnya ditetapakan sebagai tersangka atas dugaan kasus tindak pidana Korupsi pengadaan Kapal Nautika.

Sidang putusan tersebut berlangsung di Gedung Pengadilan Negeri Ternate Senin, (5/4/2021) yang dipimpin oleh Hakim tunggal Kadar Noh. Berdasarkan amar putusan, Pengadilan Negeri Tinggi Ternate menolak semua eksepsi termohon dalam hal ini pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati). Hakim menyatakan surat penetapan tersangka Direktur PT. Tamalanrea dengan Nomor:Print-69/02/Fd.1/02/2021 tertanggal 10 Februari 2021 yang diterbitkan oleh termohon yang menetapkan pemohon sebagai tersangka adalah tidak sah. Untuk itu Hakim telah memerintahkan termohon untuk tunduk dan patuh pada isi putusan.

“" Untuk membebankan biaya perkara kepada termohon yang jumlahnya nihil dan menolak permohonan pemohon untuk selain dan selebihnya.”

Terpisah Kasih Pidsus Kejati Malut Irwan Datuiding menangkan, meski sudah ada putusan dari PT untuk pencabutan satatus direktur PT. Tamalanrea Ibrahim Ruray sebagai tersangka, Kejati Malut tetap melanjutkan penyidikan kasus Nautika dan Alat Simulator.

Menurutnya, menurutnya, putusan hakim PN Ternate atas praperadilan yang dilakukan Direktur PT. Tamalanrea itu hanya membatalkan surat penetapan tersangka yang di tetapka  tim penyidik pada tertanggal 10 februari 2021. Namun tidak membatalkan Surat  Perintah Penyidikan (Sprindik) atas kasus tersebut tetap dilanjutkan hingga menunggu hasil audit Badan Pemeriksan Kauangan Perwakilan (BPKP) Maluku Utara  

" Hakim putuskan status tersangkan Ibrahim Ruray di cabut, namun surat sprindik tidak dibatalkan sehingga penyidikan tetap dilanjutkan sambil menunggu hasil audit BPKP”. (tm/red)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini