DPRD Haltim Wanti-wanti Penyedotan Limbah di Moronopo jadi Ancaman Baru

Editor: BrindoNews.com author photo

Ashadi Tajuddin.

HALTIM, BRN -  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hamahera Timur menyoal langkah pemulihan lingkungan PT. Aneka Tambang (AnTam). Menurut DPRD, rencana perusahaan plat merah untuk menyedot endapan limbah di pesisir site moronopo tersebut belum termasuk solusi.

Ketua Komisi III DPRD Halmahera Timur, Ashadi Tajuddin menuturkan, upaya perseroan menanggulahi limbah di moronop bukan alternatif mengurangi resiko tercemarnya mangrove dan pesisir kawasan sekitar. Menurutnya, jalan pintas tersebut bukan mengurangi, namun jusru berpotensi membawa dampak atau ancaman baru.

“Ini yang kita belum tahu (apakah mengurangi dampak atau menambah dampak baru). AnTam harus memperjelas dimana tempat pembuangan atau penampungan limbah sebelum disedot,” kata Ashadi, ketika disembangi brindonews di Kantor DPRD Halmahera Timur, Selasa, 20 April.

Asdahi menyarankan agar AnTam tidak memandang sebelah mata dan menganggap remeh persolan limbah. Apalagi, limbah nikel masuk dalam daftar Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

“Karena itu (limbah hasil sedot) tidak bisa dibuang lagi di lokasi tambang. Kalau rencana limbah itu disedot, harusnya terlebih dahulu AnTam menyampaikan efektivitasnya, atau minimal ada kajian termasuk membicarakan tempat akhir pembuangan/penampungan limbah. Tidak sosialisasi dan kajian, lalu limbah ini mau dibuang di mana?,” ucapnya.

Politisi Partai Hanura ini menyatakan DPRD setempat berencana menemui Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin. Pertemuan dimaksud membahas langkah mitigasi kerusakan lingkungan.

“Meminta pak dirjen atau inpektrur tambang di Jakarta membentuk tim investigasi untuk menginvestigasi soal limba di site moronopo, termasuk di tanjung Buli, Pulau Pakal dan PT. ARA di Subaim. Semua aktivitas pertambangan di Halmahera Timur (Haltim) harus diinvestigasi untuk melihat seluruh pelanggaran lingkungan. Kalau kerusakan lingkungannya kategir berat, harus dihentikan kenapa tidak,” terangnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini