KAI Malut Desak Kejati SegeraTetapkan Tersangka Lain Yang Terlibat Kasus Nautika

Editor: BrindoNews.com author photo

 

Sekertaris DPD KAI Provinsi Maluku Utara Roslan 

TERNATE, BRN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Maluku Utara mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut segera menetapkan tersangka lain atas dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Kapala Nautika tahun 2019 senilai Rp 7,8 Miliar.

Sekertaris DPD KAI Provinsi Maluku Utara, Roslan kepada wartawan Senin (14/3/2021) mengatakan, dugaan tindak pidana korupsi Nautika yang di tangani Kejati Malut, jangan hanya terfokus pada 4 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Menurutnya, yang namanya tindak pidana korupsi suda tentunya melibatkan banyak pihak apa lagi kasus tentang pengadaan. Dimana jika telah merujuk pada peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah khusus di pasal 8 tentang pelaku pengadaan barang/jasa yaitu Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan, Pokja Pemilihan, Agen Pengadaan, PjPHP/PPHP, Penyelenggara Swakelola dan penyedia.

Olehnya itu DPD KAI Malut mendesak desak agar penyidik Aspidsus Kejati Malut harus mengembangkan lebih jauh kasus ini terutama tentang siapa-siapa saja yang terlibat, dan dapat di mintai pertanggung jawaban pidana agar semangat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dapat berjalan maksimal dan tidak terkesan tebang pilih.

"Kami berkeyakinan masih pihak lain yang bertanggungjawab atas kasus dugaan korupsi yang sudah merugikan keuangan Negara," kata Roslan dalam keteranganya yang diterima wartawan lewat Senin (15/3/2021).

Dia juga mengaku, jika merujuk pada pasal 15 Undang-Undang tindak pidana korupsi menyatakan setiap orang yang melakukan percobaan, pembantuan, atau permufakatan jahat untuk melakukan korupsi dipidana dengan pidana yang sama.

Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 55 KUHPidana dan pasal 56 KUHPidana tentang turut serta melakukan tindak pidana. " Untuk itu kami mendesak agar penyidik Kejati Malut untuk terus mencari tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini," pungkasnya.

Terpisah Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Malut M Irwan Datuiding dikonfirmasi di Halaman Kantor Kejati Malut mengaku pihaknya saat ini masih fokus memeriksa saksi-saksi.

" Saat ini penyidik sedang fokus periksa saksi-saksi sedangkan pemeriksaan tersangka akan diagendakan diakhir setelah kegiatan pemeriksaan saksi. Meski demikian, di sentil terkait kemungkinan adanya penambahan tersangka, namun Jaksa utama Madya itu menyampaikan bahwa akan di lihat diakhir kesimpulan nanti.

"Penetapan tersangka itu harus dibuktikan. Jadi sabar ya, Nanti dilihat pada hasil akhir," Tandasnya. (tm/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini