5 dari 24 Sekolah di Halmahera Timur Masih Ujian Manual

Editor: BrindoNews.com author photo

Muhammad Zufriyadi memantau pelaksanaan USBK di SMA Negeri 1 Halmahera Timur. Peserta ujian tampak serius mengerjakan soal ujian dalam masing-masing dekstop (komputer).

Pelaksaan ujian sekolah tingkat sekolah menengah atas dan kejuruan resmi laksanakan, Senin kemarin, 22 Maret. Khusus di Halmahera Timur, tercatat ada 24 sekolah yang menggelar ujian sekolah.

24 sekolah tersebut masing-masing 16 SMA, 6 SMK dan 2 SLB. Dari jumlah itu, lima diantaranya melaksanan ujian sekolah berbasis kertas dan pensil atau USKP, sedangkan sisanya menggunakan dekstop.

Lima sekolah melaksanakan USKP itu diantaranya SMA N 8 di Kecamatan Wasile Utara, SMA N 9 Kecamatan Maba Utara, SMA N 10 Kecamatan Wasile Timur, SMA N 11 Kecamatan Maba Utara dan SMK S Teknologi Perikanan di Sondo-sondo, Kecamatan Wasile Selatan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Timur, Muhammad Zufriyadi mengatakan, pemberlakuan sistem USBK dan USKP itu disesuaikan dengan fasilitas sekolah, salah satu ketersedian akses internet. 

“Kalau sekolah yang masih terdapat keterbatasan sarana jaringan internet dan komputer, maka wajib mengunakan USKP. Kalau sarananya sudah memadai berarti mengunakan USBK,” kata Zufriyadi usai memonitoring pelaksaan ujian sekolah di SMA Negeri 1 Halmahera Timur, Selasa 23 Maret.

“Sebenarnya ujian sekolah ini mengunakan aplikasi Exam atau CBT, yang pelaksanaannya secara online yang tujuannya mencegah penyebaran covid-19. Namun karena ada sekolah yang memiliki keterbatasan sarana pendukung, sehingga ujiannya dilakukan dengan manual,” lanjutnya.

Zufriyadi menyebut maksud memonitoring pelaksanaan USBK di SMA Negeri 1 Halmahera Timur itu untuk memastikan jalannya ujian, termasuk mengontrol penerapan protap kesehatan oleh pihak sekolah. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini