Polisi Periksa Kepala Lapas Kelas IIA Ternate

Editor: BrindoNews.com author photo

Maman Hermawan ketika diwawancarai jurnalis di depan Ruang Reserse Narkoba Polres Ternate.

Reserse Narkoba Kepolisian Resort atau Polres Ternate meminta keterangan Kepala Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas IIA Ternate, Senin 1 Februari. Maman Hermawan diperiksa sekitar 3 jam, dimulai pukul 10.00 sampai 12.52 WIT.

Maman dimintai keterangan mengenai sindikat narkotika yang akhir-akhir ini di bongar polisi. Dugaan kepemilikan narkoba yang menyeret para narapidana itu diduga dikendalikan dari dalam jeruji besi lapas.

Maman Hermawan menjelaskan dirinya datang untuk dimintai keterangan menyangkut pengawasan hukum. Kepala Kelas IIA Ternate ini mengatakan, fungsi pengawasan yang ditanyakan penyidik itu lebih spesifik tentang peredaran narkoba di lapas.

“Jika keberadaan narkoba di lapas itu yang tahukan penyidik, bukan di lapas yang tahu. Dan itu sebagai fungsi pengawasan dipastikan di lapas tidak ada narkoba,” kata Maman usai dimintai keterangan.

Sanksi Berat Bagi Petugas

“Kami terus lakukan pengeledahan (barang bawaan), ini sebagai salah satu fungsi pengawasan sesuai ketentuan yang ada di sana (Lapas Kelas IIA Ternate),” tambah Maman.

Maman menyatakan tidak mentolir bagi petugas jika kedapatan terbukti terlibat narkoba. Pemberian sanksi ini bentuk upaya mencegah peredaran narkoba.

“Ada sanksi yang berat. Itu (kedapatan terbukti terlibat narkoba) sangat penghianat namanya. Jika ada pegawai yang terlibat, siapa saja yang mengetahui agar segera beritahu untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Ternate, AKP. Bahrun Hi. Syahban mengatakan, pemeriksaan terhadap Maman Hermawan itu berkaitan dengan penangkapan kurir narkoba oleh anggota Satnarkoba beberapa waktu lalu.

Dalam penangkapan ini, lanjut Bahrun, hasil pemeriksaannya mengarah ke Lapas Kelas IIA Ternate.

“Dengan dasar itu sehingga penyidik pengen tahu keterlibatan akses alat komunikasi, khususnya handphone ke dalam lapas seperti apa, sehingga penyidik memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Kita minta klarifikasi sebagai orang yang bertanggung jawab di lapas,” katanya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini