Kejati Malut Tetapkan Tiga ASN Pemprov Sebagai Tersangka

Editor: BrindoNews.com author photo

Kejati Malut, Gelar Perkara Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi
 Pengadaan Kapal Nautika Tahun 2019

TERNATE,BRN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara akhirnya menetapkan 4 tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal Nautikan tahun 2019.

Penetapan tersangka tersebut salah satunya mantan pejabat eselon II dan dua orang pegawai lingkup Pemprov Malut,serta satu rekanan. Ke empat tersangka tersebut masing-masing berinisila IY, ZH, RZ dan IR.

Penetapan Ke empat tersangka ini berdasarkan hasil gelar ekspos oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, para asisten dan tim penyelidik Pidsus beberapa hari kemarin. Dari hasil gelar tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbuatan tindak pidana kejahatan korupsi kasus pengadaan kapal Nautika yang mengalami kerugian negara senilai Rp 1 Miliar lebih.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Malut, Erryl Prima Putera Agoes didampingi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus), M. Irwan Datuiding beserta Kasidik Kejati Malut Hasan M Taher, Kasipenkum Richard Sinaga dalam konfrensi persnya di Aula Kejati Malut, Rabu (10/02), telah penetapan empat orang sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan Kapal Nautika.“ Kasus tersebut, sudah ditetapkan 4 tersangka inisial IY, ZH, RZ dan IR,” ungkapnya.

Sementara itu Aspidsus Kejati Malut, M. Irwan Datuiding menambahkan,meski sudah ditetapkan 4 tersengka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal Nautika ini, akan ada pemeriksaan lanjutan, dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain.

 “ Kemungkinan masih ada tersangka lain, apabila pada saat pemeriksaan lanjutan ditemukan ada hal- hal lain yang mengarah pada penambahan penetapan tersangka”.

Dia menambahkan, untuk menghitung berapa kerugian negara dalam kasus tersebut pihaknya telah berkoordinasi BPKP untuk melakukan penghitungan kerugian negara.“ Iya kita sudah koordinasi dengan BPKP, akan tetapi kita juga mempunyai hitungan tersendiri yang diakui dalam Jaksa Agung, agar dapat dijadikan dasar untuk melakukan penghitungan kerugian negara,” ungkapnya.

Irwan juga menegaskan, setalah diumumkan empat nama tersangka, kejati juga akan mengagendakan pemeriksaan para saksi lain untuk dimitai ketarangan tambahan.“ Pemanggilan Insya Allah Minggu depan, tapi itu belum pasti yang dipanggil Minggu depan itu tersangka, karena masih banyak saksi-saksi yang diperiksa,”Jelasnya.

Lajut Irwan, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 2 UU 32 tahun 1999 JO UU Nomor 20 tahun 2002 Pasal 2 dan Pasal 3 JO 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. dengan Ancaman paling singkat 4 tahun dan paling 20 tahun Penjara.

Perlu diketahui, kasus dugaan korupsi pengadaan kapal nautika dan alat simulator ini dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 senilai Rp 7,8 miliar. Perusahaan yang menangani kegiatan yang melekat di Dikbud Malut adalah PT. Tamalanrea Karsatama. (tam/Red)

 


Share:
Komentar

Berita Terkini