Kadis ESDM Sebut Berkas PT. Shanatova Anugerah Sudah Dilengkapi

Editor: BrindoNews.com author photo

 

Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara Hasyim 


SOFIFI,BRN
- Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (Esdm) Provinsi Maluku Utara, Hasyim kepada wartawan via WhatsApp Rabu (9/2/2021) menjelasakan, PT. Shana Tova Anugerah itu sudah melengkapi semua dokumen yang seblumnya belum lengkap.  

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan, Dan Pelaporan Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Dan Batubara, Pasal 62 ayat (1) huruf b, Pemegang IUP atau IUPK wajib menyusun dan menyampaikan RKAB Tahunan kepada Menteri atau gubernur sesuai dengan kewenangannya untuk mendapatkan persetujuan,    pasal 95 ayat (2) sanksi administrasi berupa, peringatan tertulis,penghentian sementara sebagian atau seluruhkegiatan usaha, dan/atau,      pencabutan izin, jelasnya.

Menurutnya, pasal 97 tesebut  berbunyi “Peringatan tertulis sebagaimana dimaksud dalam pasal 95 ayat (2) huruf a diberikan paling banyak 3 (tiga) kali dengan jangka waktu peringatan masing-masing paling lama 30 (tiga puluh) hari kalender;

Sementara untuk     pasal 99 sanksi administratif berupa pencabutan izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 ayat (2) huruf c dikenakan kepada pemegang IUP, IUPK, IUP Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian, IUJP, dan IUP Operasi Produksi khusus untuk pengangkutan dan penjualan, yang tidak melaksanakan kewajiban sampai dengan berakhirnya jangka waktu pengenaan sanksi berupa penghentian sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha.

Sesuai hal-hal tersebut diatas, PT. Shanatova Anugerah merupaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP) komoditas Emas yang berlokasi di Wilayah Kota Tidore Kepulauan sesuai Surat Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor : 216/KPTS/MU/2016 tanggal 18 Maret 2016 seluas 8.879 Hektar, dan IUP OP PT. Shanatova Anugerah salah satu IUP yang mendapatkan Sanksi Adminsitrasi Berupa Penghentian Sementara dari Gubernur Maluku Utara, sebelum berakhirnya jangka waktu pengenaan sanksi berupa penghentian sementara,katanya.

Dirinya menambahkan setelah PT. Shanatova Anugerah melengkapi semua dekumen dan memenuhi kewajibanya menyusun dan menyampaikan RKAB Tahunan,maka PT.Shanatova Anugerah kembali bearktivitas seprti biasa.” Semua dokumen sudah dilengkapi, bahkan RAKB juga sudah dimasukan” (red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini