BNNP Maluku Utara Bongkar Jaringan Narkoba yang DiKendalikan dari Lapas Ternate

Editor: BrindoNews.com author photo

Tiga tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu yang diamankan BNNP Maluku Utara.

Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP Maluku Utara kembali mengamankan sebuah paket kiriman yang dikirm dari Medan, Sumatera Utara. Kiriman yang diduga birisi narkoba jenis sabu itu diamakan pada Senin, 1 Februari 2021 kemarin.

Paket kiriman dari Medan tujuan Ternate itu diketahui dikendalikan melalui komunikasi handphone dan lapas Ternate dengan oknum narapidana di Lapas Medan. Kasus ini terungkap setelah petugas BNNP Maluku Utara menangkap Aprianto alias Vanda (31 tahun), Ibnu Kadir alias Pisnu (45 tahun), dan Rivaldi alias Ping-ping. Ketiganya ditangkap pada 1 Februari 2021.

Rivaldi alias Ping-ping merupakan salah seorang penghuni atau narapidana di Lapas Kelas II A Ternate. Rivaldi diduga sebagai pemilih narkoba sesuai hasil penyidikan petugas BNNP Maluku Utara.

Kepala BNNP Maluku Utara, Roy Hardi Siahaan mengatakan ketiga tersangka tersebut tdi ringkus berdasarkan informasi yang diperoleh petugas. Petugas lebih dulu menangkap Vanda di depan salah satu kantor ekspedisi di Ternate pada 1 Februari sekitar pukul 15.00 WIT.

Kemudian esok harinya, Selasa, 2 Februari 2021 sekitar pukul 03.00 WIT, tersangka Pisnu tertangkap saat hendak mengambil paket narkotika dari tersangka Vanda di rumahnya di Kelurahan Salero, Kota Ternate Tengah. Setelah mengaman Pisnu, petugas kembali mengamnakan Ping-ping sekira pukul 11.00 WIT, Selasa pagi, 2 Februari. 

“Dari hasil penyidikan diketahui bahwa tersangka Ibnu Kadir alias Visnu disuruh oleh salah satu penghuni Lapas Kelas IIA Ternate bernama Rivaldi alias Ping-ping,” kata Roy Hardi Siahaan dalam jumpa pers di Kantor BNNP Maluku Utara, Selasa 2 Februari tadi.

Barang bukti yang diamankan, lanjut Roy, berupa satu paket kiriman berisi narkotika jenis sabu, berat 125,67 gram atau 1, 25 ons, 2 handphone Nokia warna hitam, uang tunai Rp. 3.829.000, virek dan sisa sabu seberat 0,25 gram, 1 paket plastik takar sabu, sepasang sepatu wanita, serta nomor resi pengiriman.

“Ketiganya disangkakan Pasal 111 Ayat (1) dan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman kurungan minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Dan denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp10 milyar,” ucapnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini