Tarif Angkutan Feri di Maluku Utara Dicanangkan Naik 18 persen

Editor: brindonews.com

Pelabuhan Feri Bastiong, Ternate Selatan, Kota Ternate.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara rencananya menaikkan tarif angkutan kapal feri. Keputusan menaikkan tarif angkutan kapal feri lintas wilayah Provinsi Maluku Utara itu berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM 66 Tahun 2019 tentang Mekanisme Penetapan dan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan Penyeberangan.

Kepala Dinas Perhubungan Maluku Utara Armin Zakaria menjelaskan, pembaruan tarif kenaikan tersebut sebenarnya dilakukan pada Agustus 2016 lalu. Hanya saja penerapan peraturan menteri perhubungan tersebut molor.

“Ada perdebatan panjang dengan teman-teman operator (angkutan penyeberangan) maupun pengguna angkutan penyeberangan serta alasan (menolak penyesuaian) karena pandemi Covid-19, dimana pendapatan warga menurun tapi kenapa naikkan tarif,” kata Armin, di Sofifi, Senin, 11 Januari 2021.

Armin mengatakan tarif penyebrangan angkutan feri yang dicanangkan naik itu sebesar 18 persen. Presentasi ini lebih kecil dibanding sebelumnya 35 persen.

“Sesuai ketentuan Permenhub 66/2019, kenaikan tarif angkutan penyeberangan mencapai 35 persen. Namun melihat kondisi masyarakat di lapangan, Dinas Perbuhungan Maluku Utara  memutuskan mengambil jalan tengah dengan hanya menaikkan 18 persen”.

“Jalan tengah ini diambil supaya tidak merugikan operator juga tidak memberatkan masyarakat, karena posisi pemerintah daerah harus berdiri di tengah-tengah. Jadi 18 persen itu kalau dihitung dengan rupiah sekitar Rp.1.000 sampai Rp.2.000,” jelasnya.

Armin menyatakan, kenaikan tafir 18 persen tersebut belum di terapkan. Kenaikan tarif akan berlakukan kalau sudah ada hasil kajian DPRD Provinsi Maluku Utara.

“DPRD Maluku Utara akan menghitung skema kenaikan tarif. Kita tinggal menunggu masukan dan saran dari DPRD terkait rencana kenaikan tarif tersebut,” ujarnya. (han/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini