Mantan Kades Bisui Diduga “selewengkan” BLT dan Dana Pemberdayaan

Editor: brindonews.com

Ilustrasi.

Warga Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur, Halmahera Selatan mempernyatakan realisasi tahap tiga Bantuan Langsung Tunai atau BLT bagi warga terdampak Covid-19. Menurut warga, anggaran yang bersumber dari 20 persen dana desa tersebut sudah dicairkan pada November 2020 lalu.

Ketidakjelas penyaluran itu pun mengerucut ke Sudirman Hi. Muhammad. Warga menduga mantan Kepala Desa Bisui itu menyelewengkan bantuan berupa uang tunai tersebut.

Percairan dana desa pada November lalu inipun dibenarkan Muhammad Aqhabul, Sekertaris Desa Bisui. Aqhabul mengatakan dana desa tahap tiga yang dicairkan itu senilai Rp.150 juta.

“Itu (dana desa) di dalamnya termasuk BLT senilai Rp.70 juta yang diambil 20 persen dana desa Namun dana hingga saat ini (tahun 2021) belum tersalurkan,”ujar Muhammad Aqhabul, Senin, 4 Januari 2021.

Aqhabul merinci warga penerima BLT di desanya. Aqhabul menyebut Rp.70 juta itu dibagikan kepada 265 kepala keluarga bantuan. Bahkan, lanjut Aqhabul, dana bagi kaders posyandu, PKK, stunting, dan dana pemberdayaan lainnya pun belum terbayarkan.

“Soal kenapa belum tersalurkan itu alasannya saya tidak tahu jelas. Masalah ini masyarakat pernah aksi di depan Kantor Desa Bisui, dorang (masyarakat) minta agar pemerintah desa segera salurkan hak mereka. Dalam aksi itu dorang  bilang dana kader posyandu Rp.10 juta, pemberdayaan di bidang keagamaan Rp.10 juta, stunting Rp.15 juta, PKK Rp.5 juta, dan BLT Rp.70 juta,” ujarnya.

Sudirman Hi Muhammad belum bisa dikonfirmasi. Usaha brindonews.com mengonfirmasi mantan Kepala Desa Bisui itu belum berhasil. Upaya Brindonews.com mengonfirmasi melalui handphone, namun usaha redaksi brindonews.com mencari nomor ponsel Sudirman Hi. Muhammad belum berhasil. Hingga berita ini di publis, redaksi brindonews.com belum meminta keterangan dari  Sudirman Hi. Muhammad. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini