Dinas PUPR Tanggapi Temuan Pansus DPRD Maluku Utara

Editor: BrindoNews.com author photo

Kepala Dinas PUPR Malut SANTRANI ABUSAMA.

SOFIFI,BRN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara meluruskan tudingan 23 proyek bermasalah. 23 kegiatan fisik tersebut merupakan temuan Panitia Khusus atau Pansus DPRD Maluku Utara.

23 proyek yang diklaim bermasalah yang melekat di Dinas PUPR maupun Dinas Perkim Maluku Utara itu salah satunya rumah ibadah. Bahkan dinas yang pimpin Santrai Abusama itu menantang DPRD untuk melakukan hearing.

Santrani menyatakan 23 proyek terutama melekat di PUPR itu sudah dilakukan audit investigasi oleh Inpektorat maupun BPKP Maluku Utara.

Permintaan melakukan hearing, lanjut Santrani, tujuannya membandingkan data kedua belapihak. Pemaparan setiap item kegiatan fisik oleh Komisi III DPRD dianggap penting dalam hal memperjelas keabsahan data.

“Sebab temuan tidak bisa berdasar pada percermatan kasat mata semata. Data yang sah harus memanggil dinas terakit untuk mempertanyakan temuan dimaksud, disitu nanti dinas teknis menjawab. Jangan mengendapankan ego sektoral, lalu menyampaikan 23 item pekerjaan di PUPR dan Perkim tanpa dasar yang jelas,” begitu kata Santrani, didampingi sejumlah kepala bidang dan pejabat pembuat komitmen, Senin 25 Januari.

Santrani mengemukakan, penyampaian Ketua Komisi III DPRD Maluku Utara ke publik mengenai temuan sejumlah pekerjaan, terutama rumah ibadah yang dianggap bermasalah itu tidak harus dilakukan. Penyampaian boleh saya dilakukan kalau itu ditopang data yang valid dan sudah ada pembahasan dari dinas terkait.

“Padahal rumah ibadah yang dianggap bermasalah itu kegiatan aspirasi DPRD yang ditindaklanjuit PURP. Berharap masalah ini agar Pak Zulkifli selaku Ketua Komisi III DPRD Maluku Utara memanggil  dinas PUPR dan Disperkim untuk membahas temuan pansus di lapangan tersebut. Karena kami bekerja sesuai aturan dan tidak sembarangan, namanya temuan harus dilakukan pemeriksaan Inspektorat BPK dan BPKP,” ucapnya. 

lanjut dia, soal dugaan proyek masjid yang bermasalah itu sudah di selesaikan dan itu sudah di audit inspektorat dan hasilnya hanya temuan administrasi, namun sduah dilakukan penyelesaian sehingga tidak ada lagi masalah.

"Proyek Masjid Loleo Jaya sudah diselesaikan, bahkan tidak ada temuan inspektorat," sebutnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini