Anas : Pemberian Vaksin Sinovac Butuh Sosialisai yang Intens

Editor: brindonews.com

Anas U. Malik.

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Ternate, meminta Dinas Kesehatan agar melakukan sosialisi secara intens penggunaan vaksin sinovac Covid-19. Anas U. Malik mengemukakan, selain sosialisasi, juga dibutuhkan advokasi kepada masyarakat.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Ternate ini berpendapat, sosialisi yang intens dan menyeluruh tentu memengaruhi respon masyarakat terhadap pemberian penangkal virus corona itu.

“Kejelasan soal vaksin sangat penting. Apalagi ini merupakan era digatalisasi atau erah 4.0, maka ini juga akan berpengaruh pada angka vaksin bayi dan balita. Yang pasti vaksin ini akan berdampak, terutama kepada ibu hamil,” kata Ans ketika di sembangi brindonews.com, Senin, 11 Januari 2021.

Politisi Golkar itu mengatakan masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas, benar dan jujur mengenai dosis vaksin sinovac Covid-19. Apalagi sudah ada kriteria usia minimal yang ditetapkan.

“Batasan usia minimal 18 sampai 59 tahun ini diterapkan kalau sudah ada  izin dari Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM)  RI. Terkait tempat penyuntikan vaksin sinovac kepada masyarakat dilakukan di semua puskesmas dan rumah sakit swasta yang ada di Kota Ternate,” ucapnya.

Anwar Kamaruddin menyatakan sosialisasi pemberian penangkal virus corona itu bakal dilakukan kalau sudah ada ijin dari BPOM RI. Kepala Dinas Kesehatan Ternate ini mengaku pihaknya masih menunggu ijin tersebut.

“Setelah ada ijin dari BPOM RI, maka kementrian kesehatan akan melakukan edaran ke daerah,” ucapnya.

Masyarakat Perlu Hati-hati

Anwar mengingatkan masyarakat aga berhati-hati menerima setiap informasi berkaitan dengan vaksin sinovac di media sosial. Anwar berharap, masyarakat dalam menerima informasi mengenai efek samping sinovac yang beredar di media sosial itu harus memastikan dari mana sumber datanya.

“Kan kita belum tau (sumber data). Kita berharap informasi-informasi di media sosial tolong di cek, karena banyak yang bersifat hoaks juga berkaitan efek samping,” ucapnya. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini