Kejati Malut Minta Mantan Pejabat Pemprov Kooperatif

Editor: brindonews.com

Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

TERNATE, BRN - Kejaksaan Tinggi Maluku Utara meminta kepada pihak yang masih menguasai aset Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar lebih kooperatif. Permintaan ini menyusul pihak mengalami kesulitan menarik ast tersebut.

Asdatun KejaksaanTinggi Maluku Utara, Jefri Huwae mengemukakan, ketidakkooperatif mantan pejabat itu bisa berimbas pada lambatnya penanganan penarikan aset.

Penarikan aset, sambung Jefri, bukan hanya soal menarik atau mengembalikan beruda benda saja, tetapi ada kepatuhan hukum disitu. “Harapannya kita di kejaksaan itu bukan kita yang cari kerja, tetapi ini dalam rangka penegakan hukum saja. Kalau hukum sudah ditegakkan untuk apa lagi butuh penegakan hukum itu sudah tidak perlu,” kata Jefri, Rabu,  2 Desember 2020.

Jefri mengaku pihak kejaksaan sudah memanggil, termasuk mengimbau agar selalu kooperatif. Pendekatan ini, menurutnya, masih dalam konteks imbauan.

“Tetapi ada sebagian mobil yang sudah rusak dan itu akan kami koordinasikan dengan pemerintah provinsi. Beberapa mobil yang rusak itu tetap kami ambil dan kami serahkan,” ucapnya. (Ai/red)


Share:
Komentar

Berita Terkini