Hasil Survei Elektabilias Yamin-Ada Unggul dari Semua Pasangan Calon

Editor: brindonews.com

Ilustrasi.

Hari pencoblosan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate 2020 sudah semakin dekat. Warga yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap atau DPT di kota bermotto “Bahari Berkesan”  itu akan melakukan pencoblosan pada 9 Desember pekan depan.

Data Komisi Pemilihan Umum Kota Ternate menunjukkan jumlah warga yang namanya tercantum dalam DPT sebanyak 117.120 orang. Lebih dari 100 ribu pemilih itu akan melakukan pencoblosan di 422 Tempat Pemungutan Suara atau TPS yang tersebar di 8 kecamatan.

Di sisi lain, persaingan ketat antar kandidat menjelang hari H kian menarik perhatian. Data terbaru Poros Riset Akademika menunjukkan pasangan calon Muhammad Yamin Tawari dan Abdullah Tahir memiliki akseptabilitas tertinggi dengan capaian 27,97 persen, diikuti pasangan Marlisa Marsaoly -Juhdi Taslin 25,55 persen. M. Hasan Bay  dan M. Asghar Saleh 23,46 persen dan Tauhid Soleman-Jasri usman 23.02 persen.

 

Dari hasil survei tersebut pasangan Muhammad Yamin Tawari dan Abdullah Tahir menempati posisi pertama dari sisi elektabilitas. Pasangan nomor urut 4 dengan nama akronim YAMIN-ADA itu mendominasi semua kandidat dengan perolehan  30.05 persen. M. Hasan Bay-M. Asghar Saleh 15.85 persen, Marlisa Marsaoly-Juhdi Taslim 15.03 persen  dan Tauhid Soleman-Jasri Usman 13.66 persen.

Direktur Poros Riset Akademika (Port-Akademika), Haruna MP menjelaskan, survei yang dilakukan itu bertujuan untuk mengetahui tingkat akseptabilitas dan elektabilitas bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang berkompetisi di Pilkada Ternate.

Pengambilan sampel dilakukan pada 2-8 november 2020, dengan metode  multistage  stratified random sampling.  Total responden sebanyak 400 dengan margin eror 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Sebaran sampel terdapat di kecamatan Pulau Ternate, Ternate Barat, Ternate Selatan, Ternate Utara dan Ternate Tengah,” ucap Haruna dalam jumpa pers melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu, 5 Desember 2020.

Haruna mengatakan total responden 400 tersebut mewakili beberapa etnis yang berdomisili di Ternate. Etnis Makian dan Ternate Muhammad Yamin Tawari dan Abdullah Tahir masing-masing sebesar 67.50 dan 20.74 persen. Tidore didominasi  M. Hasan Bay-M. Asghar Saleh sebesar 26,47 persen.

Etnis Sula, sambung Haruna, didominasi oleh Tauhid-Jasri 50 persen. Sedangkan etnis Jailolo, Ibu, Sahu dan Loloda (Jasilo), lanjut Haruna, didominasi Tauhid-Jasri dengan presentase 37.50 persen. Sementara suku Tobelo-Galela atau Togale didominasi M. Yamin Tawari-Adbullah Tahir dan M. Hasan Baay-M.Asghar Saleh sebesar 28.57 persen.

“Responden didominasi usia 27-36 tahun sebesar 26.90 persen, kategori pekerjaan didominasi oleh ibu rumah tangga sebesar 27,99 persen. Jenjang pendidikan didominasi tamatan SLTA sebesar 55.70 persen, dan untuk dominasi suku adalah Ternate sebesar 53.02 pesen. Perbandingannya 52.17 persen responden laki-laki, dan perempuan 47.83 persen. sementara untuk agama, islam 99,18 persen dan krintes 0,82 persen,” ujarnya.



Pertanyaan Terbuka

Haruna mengemukakan survei akseptabilitas dan elektabilitas pasangan calon Wali Kota Ternate itu responden ditanya dengan pertanyaan terbuka. Yaitu sikap kepemimpinan yang disukai adalah perhatian pada rakyat, bisa dipercaya, bersih dari korupsi, dan alasan memilih pasangan calon karena visi dan misi yang baik, kemauan sendiri serta hubungan keluarga.

Hasilnya, sambung Haruna, sikap kepemimpinan yang disukai adalah perhatian pada rakyat sebesar 25.26 persen, bisa dipercaya 19,71 persen, dan bersih dari korupsi 18,44 persen. Sedangkan alasan memilih paslon karena visi dan misi yang baik 42 persen, kemauan sendiri 37.71 persen serta hubungan keluarga 11,22 persen.

“Dan jika pemilu dilaksanakan hari ini maka 72.36 persen masyarakat sudah mantap dalam menentukan pilihannya, sedangkan 27.64 persen belum menentukan pilihannya. Jika dijanjikan sesuatu maka responden yang tidak mau diiming-imingi sebesar 63.37 persen, sementara responden yang mau diberi uang dan lainnya adalah sebesar 12.46 persen. Besaran uang yang di inginkan adalah di kisaran lebih dari Rp.300.000. Alasan menerima pemberian karena merupakan suatu kesempatan 17,58 persen dan untuk kepentingan  kedepan 5.49 persen,” katanya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini