BNNP Malut Tangkap Oknum Polisi yang Jadi DPO Kasus Narkotika

Editor: brindonews.com

Tersangka Husmin Arif (kedua dari kiri) ikut dihadirkan dalam jumpa pers di Kantor BNNP Maluku Utara.

Badan Narkotka Nasional Provinsi Maluku Utara atau BNNP Malut akhirnya menagkap tersangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu, Husmin Arif. Tersangka diciduk di Hotel Haris Surabaya  pada Selasa, 15 Desember 2020.

Husmin Arif adalah oknum Anggota Polisi berpangkat bripka yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Malut. Pria berusia 34 tahun ini kemudia ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang atau DPO dengan nomor : DPO/02/X/2020/BNNP tertanggal 20 Oktober 2020 lalu karena melarikan diri saat penangkapan pertama.

Kepala BNNP Malut Roy Hardi Siahaan mengatakan, penangkapan terhadap Husmin Arif itu buah dari kerjasama Tim Dakjar BNN RI, BNNP Jawa Timur dan BNNP Maluku Utara.

“Usai ditangkap, tersangka kemudian dibawa dari Surabaya ke sel tahanan BNNP Malut  pada Kamis, 17 Desember 2020, dengan total masa pelarian selama 56 hari,” ucap Roy saat jumpa pers di Kantor BNNP Maluku Utara, Jumat siang, 14 Desember 2020.

 

Dari tangan tersangka, sambung Roy, BNNP Maluku Utara berhasil menyita barang bukti sebanyak 2 sachet narkotika golongan satu jenis sabu, satu sachet berisi 2,46 gram dan satu sachet lagi 9,03 gram. Dari jumlah ini, total sabu yang disita  seberat 11.49 gram.

Roy mengemukakan ada barang bukti lain yang disita dalam penangkapan tersebut. diantaranya dua buah buku rekening bank, tiga kartu ATM, dua buah kartu identitas berupa KTP, dua handphone, satu simcard, satu buah  dompet , uang tunai Rp. 15.000, satu buah tas kecil dan satu buah charger handphone.

“Kepada tersangka yang mana diduga memiliki, menyimpan, menguasai narkotika jenis sabu dikenai Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama dua puluh tahun,” katanya. (red)


Share:
Komentar

Berita Terkini