Satpol-PP Dan TNI Razia Masker di Pasar

Editor: brindonews.com

 

Satpol-PP dan TNI saat razia masker bagi masyarakat yang tidak mengunakan masker di area pasar 

MOROTAI,BRN – Razia gabungan yang di lakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pulau Morotai dan TNI Kodim Persiapan Morotai, menggelar razia terhadap masyarakat yang tak mengenakan masker saat keluar rumah demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 terutama transmisi lokal di Pulau Morotai itu sendiri, Senin (05/10).

Razia dilakukan demi memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah itu. “tujuannya untuk mengajak seluruh komponen masyarakat agar tertib dan disiplin menggunakan masker sesuai dengan protap kesehatan. “kata Kepala Satpol PP Pulau Morotai Yanto A Gani.

Mengingat Morotai sudah terjadi peningkatan jumlah pasien terjangkit Covid-19 melalui transmisi lokal. Sehingga warga yang keluar rumah diwajibkan menggunakan masker.

“Imbaunnya, bagi warga yang melanggar akan mendapatkan sanksi dan penetapan sanksi ini juga sudah di atur dalam Peraturan Bupati (Perbup) 24 tahun 2020”.

"Sanksi berupa denda Rp 150 ribu bagi yang tidak menggunakan masker belum diberlakukan. Karena ini perdana, jadi masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat agar tetap patuhi protokol kesehatan, dan sanksinya hanya berupa push-up. Tapi besoknya nanti, kita mulai berlakukan sanksi berupa denda administrasi dan sanksi sosial,"katanya.

Sanksi ini bertujuan untuk memberi efek jera kepada masyarakat agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan demi pencegahan penyebaran Covid-19. Namun tingkat kesadaran masyarakat di Morotai sudah cukup baik, “ujarnya.

"Tadi ada sekitar 20 orang yang ditemukan tidak memakai masker sehingga diberi hukuman push-up. Tapi ingat, mulai besok itu sanksi serta denda sudah mulai berlakukan dan langsung disidang di tempat bila ada pelanggaran,"imbuhnya.

Selain itu, razia akan dilaksanakan setiap hari selama masa pendemi Covid-19 belum berakhir."Kita juga akan masuk razia ke Kantor Bupati, sanksinya sama jika ada ASN yang melanggarnya,"tegasnya (red).

Share:
Komentar

Berita Terkini