Putusan Dugaan Pelanggaran Etik SS Tinggal Tunggu Jadwal

Editor: brindonews.com
Ilustrasi palu sidang.

TERNATE, BRN - Badan Pengawas Pemilu Kota Ternate menjadwalkan memutuskan dugaan pelanggaran kode etik terhadap salah satu anggota panitia pengawas pemilu kecamatan atau panwaslu kecamatan pekan ini. Hasil itu diputuskan kalau penanganannya sudah selesai.

Ketua Badan Pengawas Pemilu Kota Ternate, Kifli Sahlan mengatakan, dugaan pelanggaran etik salah satu anggota panwaslu kecamatan inisial SS itu prosesnya masih berjalan.

Menurut Kifli, sidang dengan agenda putusan itu dilakukan lebih cepat dari jadwal. Putusan sidang akan dilakukan sore ini atau malam nanti.

“(tergantung), yang pasti kita akan putuskan. Proses penanganan perkara sudah sesuai prosedur,” ucap Kifli ketika disambangi brindonews.com di kantor Bawaslu Kota Ternate, Jumat (16/10). “SS cuma satu kali dipanggil untuk dimintai keterangan”.

Sulfi Majid menambahkan, SS diperiksa karena diduga terlibat fungsionaris Partai Gerindra Kota Ternate. Anggota yang membidangi devisi hukum dan penindakan pelanggaran di Bawaslu Kota Ternate ini bilang, perkara yang mencatut nama SS itu menindaklanjuti informasi awal dari masyarakat.

“Prosesnya masih berjalan. Ada sekitar 8 saksi yang diperiksa,” ucapnya.

Bukan Pengurus Gerindra

Kepengurusan partai yang mencatut SS dibantah Ketua Gerindra Wilayah Provinsi Maluku Utara, Sahril Taher. Mantan Sekretaris Komisi III DPRD Maluku Utara ini menyatakan, SS sama sekali bukan pengurus.

“(kalaupun) dirinya masuk pengurus partai, maka dalam proses tahapan penjaringan atau penerimaan panwaslu itu harusnya yang bersangkutan sudah gugur. Nah, sekarang SS lolos seleksi dan terpilih sebagai anggota panwaslu, lalu dibilang masuk pengurus partai itu tidak mungkin,” jelas Sahril ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kamis (15/10) kemarin.

“Kalau sekarang masih dalam tahapan penerimaan, itu bisa jadi. Tetapi sekarang tahapannya (perekrutan) sudah selesai dan yang bersangkutan dinyatakan terpilih. Itu berarti yang bersangkutan bukan pengurus partai,” Sahril menambahkan.

Sahril bilang, soal SS sebagai fungsionaris Gerindra harus bisa dibuktikan. Bukti foto, lanjut Sahril, belum bisa dijadikan jaminan.

“Nama orang inikan banyak. Januari dan Februari lalu saya sudah keluarkan surat yang menerangkan SS bukan pengurus Gerindra. Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada pengurus Gerindra yang jadi penyelenggara pemilu, baik pengawas pemilu ataupun KPU,” tegasnya.

Madiani Muksin mengaku pernah dikonfirmasi Bawaslu Kota Ternate mengenai dugaan kepengurusan SS. Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerindra Kota Ternate ini menyebut, mengenai kepengurusan partai yang mencatut SS itu belum diketahuinya.

“Kemungkinan mantan pak sekertaris Patris (almarhun) yang kase masuk. Tapi saya tidak apa nama Sri itu benar Sri yang saat ini menjabat salah satu komisioner panwaslu kecamatan di Kota Ternate,” ucapnya ketika dikonfirmasi melalui handphone, Jumat tadi.

“Suda disampaikan ke bawaslu bahwa saya belum bisa pastikan, karena waktu itu nama itu saya tidak kenal orangnya, saya juga so (sudah) lupa karena waktu itu nama SS bukan saya yang kase masuk. Kemarin saya juga sempat dikirim foto, tapi di foto itu saya tara (tidak) kenal dia (SS) punya muka, karena selama ini ada kegiatan partai saya tara pernah lia dia ikut. Kalau namanya saya yang kase masuk, saya pasti kenal orangnya”.

Sri Susanti mengatakan, nama yang tercantum dalam surat keputusan kepengurusan partai berlambang kepala burung garuda itu mirip namanya. Walau begitu, lanjut Sri, itu bukan dirinya.

“Sudah dimintai keterangan mengenai nama saya yang ada di SK. Saya bilang kalau itu betul saya, kenapa selama ini tidak pernah diajak koordinasi. Bahkan tidak pernah dilantik, termasuk menerima surat keputusan dari partai besutan Prabowo itu,” kata Anggota Panwaslu Kecamatan Kota Ternate Tengah yang membidangi devisi pengawasan ini. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini