Pandemi Covid-19 Bikin Pengawasan Koperasi di Maluku Utara Belum Maksimal

Editor: brindonews.com

Wa Zaharia.
 
SOFIFI, BRN - Pengawasan koperasi simpan pinjam di Maluku Utara belum berjalan maksimal. Wa Zaharia menyatakan, belum maksimalnya pengwasan tersebut karena terkendala pandemi covid-19 dan pergeseran anggaran akibat refocusing dan realokasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Maluku Utara itu menyebut ada 1.268 koperasi yang beroperasi di Maluku Utara. Dari jumlah itu, lanjut Wa Zaharia, hanya 96 koperasi yang masuk binaan.  

96 koperasi binaan itu, Wa Zaharia, tersebar di tiga kabupate kota, yaitu Ternate, Tidore Kepulauan, dan Halmahera Utara.

“Namun dari jumlah tersebut ada sebagian yang sudah tidak aktif. Di tahap pengawasan ini kami lebih fokus yang aktif, sementara yang tidak aktif lagi  bagi kami itu tangung jawab koperasi. Tapi yang akan ada pembinaan lanjutan jika itu dibutuhkan,” katanya, Rabu, 21 Oktober 2020.

Wa Zaharia mengemukakan, total koperasi di sepuluh kabupaten dan kota di Maluku Utara itu belum diketahui pasti berapa jumlah yang masih aktif dan berapa tidak lagi aktif.

“Kondisi pandemi covid-19 membuat kami belum bisa mengawasi secara langsung ke lapangan. Selain itu, kami juga terkendala anggaran yang digeser ke refocusing dan realokasi,” ucapnya.

Wa Zaharia mengaku beberapa kegiatan harus ditunda akibas imbas pandemi. Program lanjutan dan selesai di 2020 terpaksa ditangguhkan dan dilanjutkan di 2021.

“Tugas dan tanggungjawab kami itu untuk pemberdayaan koperasi maupun UMKM, tapi itu dilakukan di 2021 nanti. Berharap berjalan normal dan maksimal,” ucapnya.

“Ada banyak program yang sudah kami rancang baik dari sisi pemberdayaan, kelembagaan, dan pengawasan. Ketiganya menjadi prioritas,” tambahnya. (han/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini