Maluku Utara Targetkan 14 Karya Budaya Ditetapkan Sebagai WBTB Indonesia 2020

Editor: brindonews.com

 

Kantor Gubernur  Provinsi Maluku Utara


SOFIFI,BRN - Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berhasil membawa 14 dari 22 usulan Karya Budaya untuk disidangkan, guna ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia Tahun 2020.

Sidang WBTB ini dilakukan secara Virtual Zoom Meeting yang dimulai pada tanggal 6 – 9 Oktober 2020. Provinsi yang lolos sidang terbanyak adalah, Maluku Utara, Jawa Tengah, DIY. Jogjakarta, dan Kepulauan Riau.

“ Sebanyak 14 Karya Budaya dari lima kabupaten/kota yang diusulkan Dikbud Malut. Untuk Kabupaten Halsel sendiri ada 6 karya budaya yang disidangkan yakni Popas Lipu, Arungi Nusa, Batijakakang Kecak, tarian dendang, batu Bacan serta tarian togal, 

Sementara Kabupaten Sula hanya tiga karya yang disidangkan yakni Coklat sulamina, Tarian Dengi-dengi dan Amal Lai Hia Fai. Untuk Tidore Kepulauan sendiri hanya dua karya yang disidangkan yaitu Ritual Paca Goya dan Kabata Tidore.

Untuk Halmahera Tengah dua karya budaya yang disidangkan yakni Ritual Coka Iba dan tarian Lala. Sementara Kota Ternate satu karya budaya yaitu Kololi Kie Motengolo

Peserta yang hadir pada sidang WBTB diantaranya, Kadis Dikbud Provinsi, Kadis Pariwisata sula, Kadis pariwisata halteng, Kabid kebudayaan Halsel, Kabid adat ternate, Kabid kebudayaan Tikep, Tim Ahli Maluku Utara, Narasumber atau maestro dari 5 kab/kota pengusul (halsel, halteng,  tidore, ternate dan sula, dan Sekretaris Dikbud Malut.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dikbud Malut Darwin Rahman kepada wartawan Kamis (8/10/2020) mengatakan untuk Malut sebanyak 14 karya budaya yang tersebar di 5 Kabupaten Kota berhasil disidangkan. Hal ini tentunya dan akan diberikan penghargaan oleh Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba jika usulan tersebut ditetapka sebagai WBTB Indonesia 2020.

“ Jika usulan tersebut ditetapkan sebagai WBTB maka akan di  berikan penghargaan oleh gubernur pada hari ulang tahun provinsi ke 21,”ucapnya

Darwin bilang, jika 14 Karya Budaya itu lolos tahun ini, maka jumlah Karya Budaya Maluku Utara yang telah terdaftar sebagai WBTB Indonesia sebanyak 29 karya Budaya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Imam Makhdy Hasan berharap seluruh karya budaya di kabupaten/kota segera diusulkan guna ditetapkan sebagai WBTB Indonesia agar karya budaya di Malut tidak punah.

Penetapan 14 Karya Warisan Budaya Tak Benda

Usulan tersebut akhirnya ditetapkan. Ini suatu kebanggaan dan penghormatan untuk Provinsi Maluku Utara, pasalnya pada puncak peringatan HUT Provinsi Maluku Utara, yang digelar di halaman kantor Gubernur Malut, Sofifi, beberapa waktu lalu (12/10/2020) telah menerima sejumlah piagam penghargaan dari pemerintah pusat.

Piagam penghargaan yang terima ini merupakan bentuk apresiasi terhadap karya-karya anak bangsa, sekaligus sebagai bentuk melestarikan dan memajukan warisan budaya yang ada di Indonesia, yang kemudian diteruskan ke daerah asal warisan budaya tersebut.   

Berikut 14 karya yang menerima piagam penghargaan penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Provinsi Maluku Utara Tahun 2020; dari Kabupaten Halmahera Selatan terdapat Popas Lipu, Arungi Nusa, Batijakakang Lecak, Dendang Cobo Lala, Imbung-imbung Batu Bacan dan Tari Togal; Kabupaten Halmahera Tengah memiliki Coka Iba dan Tari Lala; sementara dari Kabupaten Kepulauan Sula ada Coklat Sula Mina, Tari Denge-denge, dan Amal Lai Hai Fai; sedangkan Kota Tidore Kepulauan terdapat Paca Goya dan Kabata Tidore, serta dari Kota Ternate adalah Kololi Kie Mote Ngolo.

Piagam penghargaan tersebut diberikan langsung kepada Bupati dan Walikota asal daerah Warisan Budaya Tak Benda, yakni Bupati Halsel, Bupati Halteng, Bupati Kepulauan Sula, Walikota Ternate dan Walikota Tikep.                                                                                

Selain itu, disampaikan pula penghargaan kepada Tim ahli Warisan Budaya Tak Benda, terdiri dari Dr. Syahril Muhamad, Dr. Rustam Hasyim, Ade Ismail, Ahmad S. Kamis, dan Lusi Susanti Bahar, sementara untuk Tim ahli Cagar Budaya penghargaan diberikan kepada Dr. Nurachman Iriyanto, Dr. Maulana Ibrahim, Dr. Syafrudin Amin, Jainal Yusuf, M. Hum, Dr. Taslim D. Nur dan dr. Eva Martinu. (dni-kominfosanmalut)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini