Laporan Polisi Majelis Hukum Muhammadiyah dengan Terlapor Kadikbud Malut Belum Diketahui Ketua PWM

Editor: brindonews.com

Ketua PWM Malut, Ridwan Ilyas 

TERNATE, BRN – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiya (PWM) Provinsi Maluku Utara Ridwan Ilyas tak banyak berkomentar keitika diwawancarai mengenai polemik dugaan ijazah palsu yang diduga menyeret nama “Muhammadiyah”. PWM Maluku Utara ini juga tidak tahu menahu soal laporan ke Polda Maluku Utara.

Ridwan mengatakan, ada beberapa alasan tidak tahunya laporan Majelis Pimpinan Wilayah Muhammadiyah ke Polda Maluku Utara. Salah satunya pengaduan tersebut bukan ranahnya PMW Maluku Utara.

“Itu ranahnya Ketua Bidang Hukum dan Ham Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Muhammadiyah ke Polda Maluku Utara, Surahman Badar. Karena masing-masing sudah dibagi bidang,” kata Ridwan, Rabu (7/10) kemarin.

Sebelum memutuskan membawa ke ranah hukum, menurut Ridwan, unsur pimpinan 13 PWM Maluku Utara melakukan rapat. Salah satu pembahasan termasuk polemik ijazah palsu tidak dibawa ke hukum dan tidak berpolitik praktis.

“Biasanya masalah seperti ini ditandai oleh bidang hukum dan ham yang di dalamnya ada majelis hukum dan ham. Dalam rapat itu saya sudah sampikan bahwa masalah tersebut tidak harus dilaporkan ke aparat penegak hukum,” sebutnya.

Ridwan sendiri belum tahu pasti laporan yang diajukan MPW Muhammadiyah Maluku Utara. Bahkan laporan dengan terlapor Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara itu tidak diketahuinya.“ Belum disampaikan ke kami (PMW Muhammadiyah Maluku Utara),” akuinya.(tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini