F-PDIP Dekot Ingatkan Pemkot Soal Penggunakan Anggaran

Editor: brindonews.com

ILUSTRASI BUDGET

TERNATE, BRN - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau F-PDIP Dewan Perwakilan Rakyat Kota Ternate memandang perubahan kebutuhan anggaran perlu disertai alasan, termasuk memerhatikan setiap perubahan anggaran.

Menurut fraksi partai berlambang kepala banteng itu, ikhtiar kepada Pemerintah Kota Ternate ini sudah sesuai amanat Pasal 154 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006.

“Perubahan anggaran harus diprioritaskan pada belanja yang memiliki kebutuhan mendesak terkait hajat orang banyak, bukan memprioritaskan pada belanja yang  tidak mendesak atau tidak prioritas,” kata Hj. Nurain Taib, usai paripurna pandangan fraksi terhadap Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Kota Ternate Tahun 2020, Senin (5/10) kemarin.

Sekretaris F-PDIP itu mengemukakan, pengusulan rancangan keuangan yang diusulkan belum menyentuh prioritas kebutuhan atau pro rakyat, terutama pendidikan dan kesehatan. Misalnya perbaikan sistem pendidikan bagi siswa yang belajar di rumah dan fasilitas kesehatan lainnya yang menjadi kebutuhan.

“Kebutuhan masyarakat lainnya misalnya jaringan pengamanan sosisal,  termasuk upaya Pemerintah Kota Ternate memulihkan ekonomi masyarakat dengan program pemberdayaan. Ini yang harus diperhatikan, dan sementera kami di F-PDIP lagi dorong ke Pemerintah Kota Ternate. Kita juga ingatkan ke Pemerintah Kota Ternate agar selektif menggunakan anggaran,” ucap Nurain.

Fraksi PDIP juga menyoroti kurangnya maksimal pemerintah dalam mengelola sumber pendapaan asli daerah atau PAD. Mereka juga meminta Pemerintah Kota Ternate untuk mengkompilasi data potensi pendapatan daerah secara lengkap dan komprehensif.

Nurain mengatakan, dukungan data potensi pendapatan daerah itu sangat penting. Tujuannya mengukur efektifitas dan produkfitas pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, apalagi di masa Covid-19.

Ibunda dari Zulham Zamrun itu berharap pemerintah mampu mengupayakan sumber pendapatan baru untuk mendukung pencapaian target PAD.

“Kondisi sekarang ini kami sangat memahami (dampak Covid-19), karena upaya tersebut tidak akan maksimal ditengah pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19. Namun optimisme dan komitmen, kami yakin PAD akan mencapai target maksimal,” ucapnya.

“Begitu juga dengan sumber pendapatan lainnya perlu di tingkatakan. Tujuannya, proporsi dana alokasi umum atau DAU secara bertahap dapat itu bisa digantikan oleh sumber pendapatan yang dapat diupayakan dari daerah,” tambahnya.

Mengakomodir Kebutuhan Mendesak

Rancangan Kebijakan Umum dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPS APBD Perubahan Kota Ternate tahun 2020 mencapai lebih dari 87 miliyar. Pemerintah Kota Ternate menyebut usulan perubahan anggaran tersebut turun dari total belanja sebelum perubahan, yaitu Rp.1.133.762.225.600.

Burhan Abdurrahman mengatakan, penuruan itu mencapai Rp.1.046.651.446.662.000. penyesuaian perubahan anggaran, lanjut Burhan, mengakomodir sebagian kegiatan yang mendesak dan beberapa kegiatan yang dinilai belum urgent akibat dampak Covid-19.

“Kebutuhan penyusuaian anggaran tersebut mengacu kondisi objektif, tuntutan kebutuhan ril, dinamika dan perkembangan selama beberapa bulan terakhir,” ucap Wali Kota Ternate dua periode itu. (ham/red)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini