Bawaslu Kota Ternate Rencanakan Rekomedasi 7 Dugaan Pelanggaran ASN ke KASN

Editor: brindonews.com

Sulfi Majid.

TERNATE, BRN - Dugaan pelanggaran keterlibatan ASN masih kerap terjadi disetiap pergelaran pemilihan kepala daerah atau pilkada. Seperti Pilkada 2020, Bawaslu Kota Ternate menangani Tujuh dugaan pelanggaran etik aparatur sipil negara.

Tujuh dugaan pelanggaran politik praktis tersebut rencananya direkomendasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN. Sulfi Majid menyatakan, pelanggaran melibatkan ASN yang ditangani itu rata-rata keterlibatannya pribadi. 

“Rata-rata bukan tim/pasangan calon tidak melibatkan mereka (ASN), tapi mereka melibatkan diri sendri. Ada juga pelanggaran yang dilakukan di media sosial (pengawasan partitipatif),” kata Sulfi ketika menjadi pembicara di acara sosialisasi penanganan pelanggaran pilkada, Selasa 27 Oktober 2020.

Sulfi menyatakan, aparatur sipil negara perlu menjaga netralitasnya dalam setiap pergelaran pemilu maupun pilkada. Anggota Bawaslu Kota Ternate yang membidangi devisi hukum dan penindakan pelanggaran ini mengemukakan, sosialisi penanganan pelanggaran pilkada sebagai usaha meningkatkan kesadaran, termasuk mensosialisasikan peraturan perundang-undangan terbaru tentang netralitas ASN dengan ketentuan sanksi didalamnya.

“Apalagi dihadiri tim pemenagan pasangan calon. Menurut saya, edukasi politik yang sehat dari tim pemenang juga tentu sangat membantu memalisir dugaan pelanggaran pemilu/pilkada,” ucapnya. 

Kifli Sahlan mengatakan masih banyak sektor stakeholder belum memahami tata cara penanganan pelanggaran. Tujuan sosialisasi penanganan pelanggaran pilkada, sambung Kifli, memberikan pengetahuan bagaimana mengisi formulir aduan dan memahami subtansi suatu dugaan laporan.

“Sehingga kalau nanti ada dugaan pelanggaran yang ingin dilaporkan, tentu sudah bisa memahami subtansi mengisi sebuah laporan yang bisa terpenuhi dan diterima oleh bawaslu,” ucapnya.

“Ada dua unsur penting dalam sebuah dugaan laporan, yaitu formil dan marteril. Kedua unsur menentukan apakah laporan diterima atau tidak. Selama dua unsur ini tidak dipenuhi, maka bawaslu susah menindaklanjuti setiap laporan. Ini yang harus diberikan pemahaman kepada tim pasanagan calon dan seluruh masyarakat kota ternate,” tambahnya. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini