Pulau Maitara menjadi Pilot Project bagi wilayah lain di Malut

Editor: brindonews.com

 

Deputi Bidang Perlindungan Anak, Nahar SH

TIDORE,BRN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku Utara (Malut) sukses menggelar kegiatan Seribu Mimpi Maitara Untuk Anak Maluku Utara (SerbuMMi), di pantai wisata Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, Kamis (24/9).

Nahar didampingi Ketua DPRD Kuntu Daud, Staf Ahli Gubernur Idham Umasangadji, Ketua Tim penggerak PKK Faoniah Djauhar Kasuba, Forkopimda Malut, Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman dan Ibu, serta Kadis PPPA Musyrifah Alhadar, tiba di lokasi kegiatan pukul 10:01 WIT.

Rombongan dijemput langsung oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Capt Ali Ibrahim, Wakil Wali Kota Muhammad Senen dan Forkopimda Tidore Kepulauan. Nahar dijemput dengan tarian selamat datang dan prosesi acara joko hale saat menginjakkan kaki di tanah yang familiar dengan mata uang seribu rupiah.

Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga Dalam Sambutan yang disampaikan oleh Deputi Bidang Perlindungan Anak, Nahar SH mengatakankan bahwa Sumber Daya yang paling berharga bagi suatu Negara adalah sumber daya manusianya, menurutnya. Tidak ada negara maju tanpa sumberdaya manusia yang berkualitas, kamis (24/09)

Sambung dia, investasi yang terbesar di indonesia berada di tangan 30,1 persen atau 79,55 juta anak Indonesia sesuai hasil sensus BPS tahun 2018.

 "Dari angka tersebut pentingnya kita memenuhi hak-hak anak," Ucapnya.

Selain itu, Nahar juga menjelaskan Malut saat ini telah dicanangkan delapan Desa Bebas Pornografi. Untuk itu dirinya berharap, kedepan semakin banyak lagi desa/kelurahan di Malut yang memberikan komitmennya dalam mencegah pornografi anak.

Harap diperhatikan, kegiatan ini bukan hanya sebatas serimonial saja, tetapi benar-benar diperhatikan dan disertai dengan langkah konkrit. Untuk itu, peningkatan kapasitas perangkat di empat desa sangat dibutuhkan,”katanya.

Dirinya berharap, saat ini kementerian PPPA telah meratifikasi konvensi hak-Hk anak yang telah diturunkan dalam berbagai undang-undang yang salah satunya undang-undang perlindungan anak.

Kegiatan pencanangan Pulau Maitara Bebas Pornografi juga dirangkaikan dengan pembacaan Komitmen bersama sebagai Pulau Bebas Pornografi, Penandatangan pakta integritas pencegahan perkawinan anak di Provinsi Malut, Pengukuhan Bunda Forum Anak Malut kepda Ibu Hj Faoniah Jauhar Kasuba disertai dengan penyerahan Cendramata sekaligus peninjauan industri rumahan (pengolahan ikan fufu) hasil produk lokal.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas PPPA Provinsi Malut, Musrifah Alhadar dalam laporannya menyampaikan, penelitian terkini yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi dan UNICEF pada Tahun 2014 menunjukan bahwa sebagian besar anak-anak dan remaja, baik dipedesaan maupun perkotaan telah terpapar dengan konten pornografi yang ditampilkan di berbagai kontek secara tidak sengaja dalam bentuk iklan yang bernuansa vulgar.

lanjut, kata Msurifah dengan jumlah pengakses situs-situs porno di internet yang cenderung meningkat dari hari ke hari, maka perlu diwaspadai dampak penggunaan teknologi tersebut terhadap kesehatan mental dan hubungan interpersonal si pengguna termasuk dampaknya pada anak-anak sebagai pengguna maupun sebagai objek pornografi.

"Kondisi ini tentu saja berbahaya dan memiliki dampak jangka panjang jika tidak ada penanganan serius oleh pemerintah maupun dari keluarga sebagai lingkungan terdekat dan juga dari masyarakat yang berada dalam suatu wilayah dimana anak itu berada,". Ungkapnya. 

Menurutnya, kegiatan yang dikemas dengan mengusung konsep “Seribu Mimpi Maitara (SerbuMMI) untuk anak Maluku Utara, dengan harapan agar mimpi-mimpi anak-anak Malut akan dimulai dari Pulau uang seribu ini.

"Kami menjadikan Pulau Maitara Sebagai Role Mode Pulau Bebas Pornografi Anak di Maluku Utara,"jelas Musyrifah

Sementara itu, Wali Kota Ali Ibrahim pada kesempatan yang sama mengucapkan selamat datang kepada Deputi Perlindungan Anak, Nahar di kota yang telah meraih penghargaan Adipura kesembilan kali tersebut. Bahkan, ia juga menyebut Tidore Kepulauan adalah kota kecil terbersih di dunia.

"Ini bukan kata Wali Kota, tapi beberapa pakar, para dosen se-Asia dan Amerika pada saat itu berkunjung ke Tidore. Dan itu terbukti, sembilan kali Adipura,"ujar Ali Ibrahim

Lanjut Ali, masyarakat Maluku Utara khususnya Tidore Kepulauan sangat mengharapkan kehadiran Menteri Bintang Puspayoga.

Ia juga meminta kepada Kementerian PPPA RI memperjuangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) di tahun 20201 untuk kabupaten/kota se-Maluku Utara. Sehingga, mendukung kerja-kerja tim dalam mensosialisasikan Maluku Utara bebas pornografi anak yang lebih baik.

 

Penyerahan Penghargaan dari PPPA kepada Staf Ahli Gubernur Idham Umasangaji

Pada kesempatan yang lain, sambutan tertulis Gubernur Malut, Abdul Ghani Kasuba yang dibacakan staf ahli Idham Umasangaji bahwa Maluku Utara dengan jumlah anak kurang lebih sebanyak 461.621 pada tahun lalu, 37.402 anak tersebut berada di Kota Tidore Kepulauan dan 680 diantaranya berada di Pulau Maitara ini. 

Dari data laporan kekerasan, belum pernah terlapor dan tercatat kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak yang terjadi di Pulau Maitara. 

“Dengan kondisi tersebut, kami sangat mendukung pencanangan Maitara sebagai pulau bebas pornografi dan berharap menjadi pilot project bagi wilayah lainnya dalam mewujudkan perlindungan anak khususnya dari bahaya pornografi serta berharap kepada aparatur desa dan semua elemen masyarakat berkomitmen dalam menjalankan sistem perlindungan anak,” katanya.

"Mewujudkan Pulau bebas Pornografi bukan berarti Kita menolak pekembangan informasi khususnya melalui internet, namun dengan upaya bersama oleh seluruh unsur Masyarakat, Pemerintah berkomitmen agar anak-anak tidak terpapar dengan Pornografi,"jelasnya

Untuk itu, Gubernur mengajak semua pihak mulai dari Orang Tua, Guru, hingga Pemerintah Daerah untuk turut serta dalam upaya melindungi anak dari ancaman Pornografi dengan bersama-sama bergandeng tangan, dan menjaga agar anak-anak tidak menjadi korban dari teknologi ke depan.(red)


Share:
Komentar

Berita Terkini