Pembangunan Rumah Layak Huni Akan Dilanjutkan Tahun Depan

Editor: brindonews.com

 

Kadis Perkim Malut Djafar Ismail 


SOFIFI- BRN,
Pemerintah Provinsi Maluku Utara, melalui Dinas Perumahan Kawasan dan Pemukiman sudah mulai section dilapangan yakni membantu masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni untuk di bangun dengan model semi parmanen.

Kepala dinas Perkim Provinsi Maluku Utara Djafar Ismail kepada wartawan Rabu (30/9/2020) mengatakan, tipe rumah yang akan di bangun dengan model semi parmanen itu harus benar-benar milik sendiri yang itu dibektikan dengan sertivikat dan surat keterangan dari kepala Desa/ Kelurahan setempat.

“ Rumah yang di bangun bena-benar memiliki sertivikat sehingga kedepan tidak terjadi hal-hal yang diinginkan bersama”.

Menurutnya, sumber anggaran untuk pembangunan rumah tidak layak huni tersebut dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020. . program ini sesuai dengan janji gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba kepada masyarakat Malut. Memang semua belum di bangun karena factor pandemic yang itu mempengaruhi anggaran, sebab sebgaian sudah masuk refocusing.

Dirinya berharap di tahun 2021 dapat melanjutkan program pembangunan rumah tak layak huni. Meski begitu dinas akan terus mengkroscek di masing-masing desa untuk mengetahui bnerapa jumlah rumah tak layak huni yang belum dan sudah di bangun.

Sebelumnya kepala Kepala Bidang Perumahan Perkim Malut Fahmi Rachman mengatakan,  kriteria Rumah layak Huni adalah rumah yang memiliki persyaratan keselamatan bangunan dan kecukupan minimum luas bangunan serta kesehatan penghuninya. Untuk menciptakan rumah tersebut harus mempertimbangkan hal-hal seperti struktur kontruksi atap, lantai, dan dinding yang memenuhi persyaratan teknis keselamatan dan kenyamanan yang koko tidak ada retak-retak.

Rumah yang dibangun pun harus memenuhi beberapa kriteria dan persyaratan diantaranya dinding dan atap dalam kondisi rusak yang dapat membahayakan keselamatan penghuni, dinding dan atap terbuat dari bahan yang mudah rusak atau lapuk, lantai terbuat dari (tanah, papan, bambu/semen atau keramik) dalam kondisi rusak, tidak memiliki tempat (mandi, cuci, kakus), dan luas lantai kurang dari 7,2 m2/orang (tujuh koma 2 meter persegi perorang. (adv/red)

 

 

Share:
Komentar

Berita Terkini