Gelapkan Dana Pajak, Mantan Kepala Samsat dan Bendahara Haltim Ditahan

Editor: brindonews.com

 
Mentan Kepala Samsat Haltim Memakai Baju Tahanan 
TERNATE,BRN - Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Malut), resmi menahan dua orang tersangka mantan Kepala Samsat insial ZA dan mantan Bendahara Unit Pelaksaanaan Tehnis Badan (UPTB) Samsat Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) insial IKA.

Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga menjelaskan, penahanan mantan Kepala Samsat dan Bendahara Samsat Haltim terkait dugaan kasus korupsi pajak kendaraan di Unit Pelayanan Teknis Badan (UPTD) Samsat Haltim tahun 2018 senilai Rp 6.50 juta

" Kerugian negara kurang lebih senilai Rp 650 juta itu berdasarkan perhitungan Inspektorat Provinsi Malut,"ujar Richard ketika di konfirmasi,Kamis (10/9/2020).

Richrd menambahkan, penahanan dilakukan dua orang tersangka tersebut setelah keduanya menjalani pemeriksaan selama 8 jam dimulai pukul 11 : 00 WIT hingga pukul 17.00 WIT.

" Kedua tersangka diduga melanggar pasal 2 dan 3 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP yang merugikan Keuangan Negara kurang lebih senilai Rp 650 berdasarkan perhitungan Inspektorat Provinsi Maluku Utara,"pungkasnya.

Sekadar diketahui, temuan Inspkotart dan Iaporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Malut, tahun 2017 UPTB Samsat Haltim tak menyetorkan sejumlah pajak kendaraan ke kas daerah (Kasda) sehingga berindikasi merugikan daerah.

Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menemukan adanya selisih antara data pembayaran PKB dan BBN-KB yang telah dilakukan oleh pihak dealer dengan data setoran ke Kasda sebanyak 166 kendaraan senilai Rp 755.906.150. (tex/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini