Dinilai Ingkar Janji, Juara MTQ Tingkat Provinsi Protes Karo Kesra Malut

Editor: brindonews.com

 

Para Juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mendatangi Gubernur Malut KH, Abdul Gani Kasuba, Lc di Ruang Kerjanya.

SOFIFI,BRN – Sejumlah peserta yang menjuarai seleksi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara (Malut) memprotes Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Malut, Dihir Bajo karena dinilai tidak transparan terkait pengusulan nama-nama yang mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Nasional ke-XXVIII Tahun 2020 di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

Diketahui, Dihir mengusulkan nama-nama ke Kementrian Keagamaan untuk mengikuti STQ tersebut sebanyak 24 orang. Namun usulan itu tanpa diketahui oleh peserta lainnya.

Hal ini terungkap dari perenyataan salah satu peserta MTQ tingkat Provinsi Malut, Aswin A Samsudin. Ia bilang, saat MTQ di Halteng, Karo Kesra menyatakan, 43 peserta yang menjuarai MTQ itu, semuanya akan diberangkatkan ke Kabupaten Padang Pariaman.

“Semalam kami melakukan komunikasi dengan Bidang Pendataan Kementrian Keagamaan, ternyata tidak semua peserta itu diberangkatkan. Dengan alasan ada pemangkasan anggaran untuk peserta STQ,” kata Aswin ketika menuju Sofifi untuk bertemu dengan Gubernur Malut mempertanyakan hal tersebut, Selasa (29/9).

Protes ini, sebut Aswin, merupakan bentuk kekecewaan, karena sebelumnya Karo Kesra Malut telah menjanjikan untuk keberangkatan semua peserta yang juara di MTQ Halteng.

“Kalau tidak bisa berangkatkan semua, kenapa dari awal tidak konfirmasi kepada kami, sedangkan besok sudah penutupan pendaftaran peserta STQ, dan  informasi ini sangat tertutup dan mereka sengaja tidak memberitahukan kepada peserta, makanya kami sangat kecewa,” kesalnya.

Mereka juga menuntut agar Karo Kesra dicopot dari jabatannya, karena dari tahun ke tahun, peserta STQ ini selalu menjadi masalah. Jika masalah ini, lanjut Aswin, tidak diindahkan maka peserta MTQ tingkat Provinsi tidak akan berangkat mengikuti STQ tingkat Nasional.

“Kami juga akan bersatu tidak mengikuti event STQ tingkat Nasional Tahun 2021 di Provinsi Maluku Utara,” tandasnya.

Sementara itu Gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba usai pertemuan dengan peserta MTQ mengatakan, untuk peserta STQ, tidak boleh semuanya diberangkatkan. Hal ini karena Sumatera Barat masih termasuk zona merah kasus Covid-19. Dia meminta agar kesehatan peserta harus diperhatikan sebelum diberangkatkan.

“Saya meminta ke Karo Kesra yang diberangkatkan itu yang penting-penting saja, dan mereka betul-betul sehat, jangan sampai di tengah jalan ada masalah dan kami akan menanggung kondisi itu. Karena saya dengar cuman tiga lomba," jelas orang nomor 1 di Malut ini.

Dia menambahkan, untuk Malut hanya diberikan 6 mata lomba, sehingga cukup disesuaikan dengan perserta yang ada.

"Jadi 6 mata lomba, maka peserta yang mengikuti jangan banyak orang. Cukup 1 mata lomba 1-2 orang saja supaya jangan terlalu banyak,” sebutnya.

 Selain peserta, sebut Gubernur, pegawai yang ikut juga harus diminimalkan. “Saya tidak mau banyak-banyak ikut apalagi di tamba dengan pegawai kesra sampai 10-20 orang ikut kesana, tidak usah ada dayang-dayang lagi, nanti hotel disana penuh. Yang ikut itu minimal 1 kegiatan satu pendamping.” harapnya.

Selain itu dia juga menyampaikan, anggaran STQ di Sumatera Barat sangat minim sehingga Pemerintah Provinsi meminjam uang Haji sebab Pemrov sangat kekurangan anggaran saat wabah Covid melanda di Malut.

“Maka keberangkatan itu minimal peserta cukup 20-30 orang ditambah dengan pendamping minimal satu peserta 1 orang, supaya yang berangkat itu cukup 40 orang,”pungkasnya.(red)


Share:
Komentar

Berita Terkini