Beredar Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Mantan Sekertaris Osis Angkatan 1992 Angkat Bicara

Editor: brindonews.com
Abujan Abd Latif, ST.MT


TERNATE, BRN - Kabar tak sedap soal ijazah palsu bak mencoreng dunia pendidikan di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut). Terlebih lagi, bau busuk itu merebak dalam pagelaran Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). Alhasil, persoalan ini pun lantas jadi buah bibir di masyarakat. Namun, tak sedikit alumni SMA Muhammadiyah yang merasa trenyuh. Bagi mereka, nama almamater SMA Muhammadiyah telah tercoreng.

Abujan Abd Latif salah satu alumni  (SMA) Muhammadiyah angkatan 1992 kepada redaksi brindonews.com via handphone Kamis (17/9/2020) mengatakan, sangat tidak rasional bila seorang kepala SMA Muhammadiyah membenarkan ijazah berbeda Versi dengan kode ob dan oc pada angkatan 1992  yang dipakai salah satunya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Selatan menilai ijazah Usman Sidik itu benar-benar tidak ada masalah.

Menurutnya, lembaga KPU adalah lembaga negara yang dilindungi undang undang, sudah menentukan ijazah versi berbeda yang salah satunya dimiliki Usman Sidik sebagai ijazah yang benar benar tidak bermasalah, dengan penetapan ini berarti ijazah-ijazah yang di miliki oleh alumni angkatan 1992 (versi oc)  selain Usman Sidik adalah bermasalah, dengan kata lain tidak mungkin  dokumen yang berbeda adalah semuanya benar. 

Abujan yang juga Genderal Manager PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) ini mengatakan, harusnya KPU memakai ijazah lain sebagai  bukti sandingan dalam membandingkan ijazah  Usman Sidik sebagai kandidat bakal calon Bupati Halsel dengan satu atau dua orang yang memiliki ijazah pada angkatan 1992.

Lanjut Abujan yang juga mantan Sekertaris Organisasi Intra Sekolah (Osis) angkatan 1992 mengatakan, dengan penetapan ini pihak yang paling bertanggung jawab adalah pihak SMA Muhammadiyah (Kepala Sekolah), dan para tim yang melakukan konfrensi pers,  dimana saya sebagai alumni Angkatan 1992 merasa dirugikan karena ijazah saya versi ob og dipakai sebagai pembanding  oleh publik termasuk dimedia sosial , maka secara tidak la lagsung publik menilai ijazah saya yang bermasalah (tidak mungkin dua dokumen/ijazah yang berbeda, semuanya benar)  karena ijazah Usman Sidik yang sudah di akui oleh KPU dengan dasar referensi dari pihak SMA Muhammadiyah.

“ Kalu Ijazah Usman Sidik itu asli, itu berarti ijazah  saya dan alumni lainya bermasalah, sebab alumni tahun 1992 itu ijazahnya berkode  OB” ujarnya.  

Ijasah yang sudah saya pakai dalam meniti karir di ASN selama 18 tahun  dengan pangkat terakhir golongan IV/b sampai berhenti sebagai ASN,  melanjutkan S2 di ITB sampai tamat dengan gelar magister Teknik pertambangan, Pendidikan keinspektur Tambang, sementara melanjutkan Pendidikan S3 di UNPAD di bidang Teknik Geologi, dan sekarang meniti karir sebagai salah satu General Manager di salah satu Perusahan tambang Kontrak Karya. 

Abujan menambahkan, dengan beredarnya ijazah saya di publik termasuk media sosial,  maka sangat terganggu sehingga dalam waktu dekat saya akan bersurat ke pihak SMA Muhammadiayah (mengedarkan), pihak yang melakukan konfrensi pers yang membenarkan ijazah yang berbeda kode tersebut dan Pihak PERURI (penerbit/pencetak) sebagai penerbit dokumen ijasah untuk mengklarifikasi dan mempertanyakan, apakah dalam tahun yang bersamaan dan angkatan yang sama (1992) para pihak ini menerbitkan dan mengedarkan  ijazah yang berbeda kode antara ob dan oc??.

“ Sepengetahuan saya, semua ijazah yang dipakai oleh seluruh SMA di Indonesia yang tamat tahun 1992 termasuk SMA yang ada di Maluku Utara khususnya SMA yang ada di kota Ternate di zaman  tersebut berkode ob dan bukan oc “ .

Selain itu juga saya sangat menyayangkan pernyataan saudara syukur Mandar yang beredar di youtube itu harus dapat di pertanggungjawabkan, pertanyaan yang menyebutkan di tahun 1992 itu ada dua bangko dengan kode berbeda di terbitkan. Apakah iya satu tahun dua blangko ijazah di terbitkan dengan kode yang berbeda.

Dengan demikian atas pernyataan Sukur Mandar tersebut akan kami kroscek langsung ke PERURI yang merupakan tempat percetakan ijazah di Indonesia. Ijazah merupakan dokumen negara yang diperuntukan kepada perorangan/siswa yang telah mengikuti ujian, sungguh aneh apabila PERURI menerbitkan blanko ijazah di tahun yang sama dengan kode yang berbeda. Katanya (tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini