Bawaslu Berhentikan 1 Komisioner Panwaslu Ternate Tengah

Editor: brindonews.com
Diduga Terima Uang dari Tim Paslon Independen

Kifli Sahlan, Ketua Bawaslu Kota Ternate
TERNATE, BRN - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Ternate memberhentikan satu Komisioner Panitia Pengawas Pemilu disalah satu kecamatan di Kota Ternate. Komisioner yang membidangi Divisi Hukum, Penindakan dan Pelanggaran itu diberhentikan lantaran diduga melanggar kode etik.

Pemberhentian terhadap Komisioner yang membidangi Divisi Hukum, Penindakan dan Pelanggaran di Panwaslu Kecamatan Kota Ternate Tengah tersebut diketahui bernama Iwan Basinu. Ia diduga menerima sejumlah uang dari salah satu bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate melalui jalur perseorangan.


Dugaan Iwan Basinu menerima uang tersebut baru mencuat saat verifikasi faktual syarat administrasi pencalonan tahap pertama. Menurut informasi, Iwan Basinu atau biasa disapa Ibas itu diduga menerima uang sebesar Rp. 5 juta.

Prosesi pengambilan sumpah /janji dan pelantikan Kordiv HPP Panwaslu Kecamatan Kota Ternate Tengah yang baru. Sherly Chapriyati Malik dilantik menggantikan Iwan Basinu.
Ketua Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kota Ternate, Kifli Sahlan menyatakan, pihaknya tidak mentolelir bagi penyelenggara pengawas yang melanggar prosedur yang ada kaitannya dengan kode etik.

“Tidak ada toleransi apapun kepada setiap orang. Apalagi jajaran pengawas pemilu yang bermain-main atau melanggar sumpah dan janji yang ditegakkan,” kata Kifli, Senin (14/9).

Kifli mengemukakan, lembaga yang ia pimpin tetap menegakkan keadilan pemilu, termasuk sanksi bagi pengawas yang melanggar. “Kami (Bawaslu) tetap konsisten bagi siapapun yang melanggar peraturan perundang-undangan. Pelanggar akan tindak sesuai kewenangan yang diberikan terhadap Bawaslu,” ucapnya.

Hingga berita ini dipublish, Ibas belum berhasil dikonfirmasi. Brindonews masih berusaha mengonfimasinya. (red)
 
Share:
Komentar

Berita Terkini