Pria ini Nekat Akhiri Hidupnya Pakai ‘Martelu’

Editor: brindonews.com
Polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara. Nampak seorang polisi menunjuk luka di kepala bagian belakang korban. 
MOROTAI, BRN - Seorang warga Desa Daeo, Kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara, nekat mengakhiri hidupnya pada Minggu, 23 Agustus 2020 malam. Pria insial SR (49) itu memukul kepalanya sendiri menggunakan palu paku (orang Maluku Utara biasa menyebut martelu) hingga meninggal dunia.

Meninggalnya SR ini baru diketahui sekitar pukul 23.00 WIT malam. Saat itu anak korban Yusri Rowo bermaksud mengambil kunci motor di kamar ayahnya. Yusri melihat ayahnya terbaring kaku dan lumuran di bagian belakang atau tepa di samping kiri kuping. Ia juga melihat satu buah martelu di dekat korban.

Yusri Rowo mengatakan, sebelum bapaknya mengahkiri hidupnya, ia melihat  korban berwudhu untuk melaksanakan salat isya di kamar. “Sekitar pukul 20.00 WIT saya lihat papa ambil air wudhu. Salat di kamar sudah menjadi kebiasan papa,” kata Yusri, yang tak lain anak korban.

Anggoto Goraahe mengaku ia sempat disuru istri korban untuk membangunkan suaminya di dalam kamar. Maksud membangunkan korban lanjut Anggoto, untuk memanggilnya makan malam.

“Namun karena korban sementara tidur saya kase biar (membiarkan korban tidur). Sekitar pukul 20.30 WIT istri korban kembali menyuruh membangunkan, dan saat buka pintu kamar korban sudah tidak ada di tempat tidur,” ucap Anggoto.

“Sekitar satu jam saya balik lagi ke kamar dan melihat korban sudah tergeletak dilantai. Saya membangunkan korban dengan menyentuh kaki korban, melihat korban yang tertidur saya beritahu istri korban kalau suaminya sementara tidur nanti bangun baru makan,” Anggoto menambahkan.

Polisi memintai keterangan para saksi.
 Pelaksana tugas Kepala Desa Daeo, Muhammad Hatta mengaku langsung menghubungi kepolisian di pulau setempat. “Mengenai peristiwa ini lebih jelasnya langsung ke polisi, karena polisi  juga turun langsung di tempat kejadian perkara,” akui Muhammad.

Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resort Pulau Morotai, Ajun Komisaris Polisi Didik CB dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa bunuh diri. Kendati begitu, Didik belum memastikan motif apa yang memicu korban bunuh diri.

“Berdasarkan keterangan saksi dan dari hasil olah tempat kejadian perkara korban di duga depresi. Perilaku korban berubah drastis setelah pulang dari Kecamatan Galela, Halmahera Utara. Korban ini selalu mengurung diri di kamar,” sebutnya.

“Keluarga korban tidak mau mengotopsi, mereka bilang kalau itu benar bunuh diri. Jadi kasusnya tidak perlu proses lanjut,” terangnya. (fix/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini