Organda Tolak Pengadaan 200 Unit Bentor Oleh Pemda

Editor: brindonews.com
Aksi Mogok Para Sopir Bentor di Morotai

MOROTAI,BRN
-Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pulau Morotai gelar aksi penolakan pengadaan 200 unit Becak Motor (Bentor) yang di lakukan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Satgas Lapangan Kerja. Akibatnya puluhan sopir Bentor Mogok.

" Dengan tegas menolak pengadaan Bentor dan harus dihentikan, "kata Ketua Organda, Irfan Hi Aburahman saat hearing dengan DPRD, Dinas Perhubungan dan puluhan supir Bentor yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD, Fahri Hairuddin, Senin (10/08).

Kata dia, alasan penolakan ini karena Pemda tidak melakukan pengkajian mengenai keberadaan Bentor ini. Bahkan tidak ada koordinasi dengan pihak organda.

" Seharusnya yang Pemda lakukan mengatur regulasi mengenai Bentor yang ada, bukan pengadaan Bentor, "sesalnya.

Apa yang dilakukan Pemda dengan menyediakan ratusan unit Bentor tidak menyelesaikan masalah, melainkan hanya menambah masalah. Bahkan persoalan ini pihaknya sudah menyurat secara resmi ke Bupati. 

Sementara Ketua Bentor Morotai, Marten Djaguna menambahkan, kebijakan Pemda yang menyediakan ratusan unit Bentor tanpa dikoordinasikan. "Jika masuk ke rumah kami, tanpa diberitahukan pasti kami tersinggung,"timpalnya.

Lanjut dia, pengadaan ratusan unit Bentor oleh Pemda ini perlu dipertimbangkan, sebab meskipun sudah duluan telah dikoordinasikan dengan mereka, belum tentu mereka menyetujuinya.

"Kami hari-hari disitu, jadi jangan bikin kacau, kami tegas menolak pengadaan 200 Bentor, "tuturnya.

Ketua Komisi I DPRD, Zainal Karim juga sesalkan sikap Satgas Lapangan Kerja yang menyediakan Bentor tanpa koordinasikan dengan pihak Organda.

"Besok Ketua tim Satgas Lapangan Kerja harus diundang untuk menjelaskan soal pengadaan Bentor ini,"pintanya.

Wakil Ketua II, Fahri Hairudin yang pemimpin hearing tersebut menyetujui permintaan Organda yang meminta pengadaan Bentor untuk sementara dihentikan.

"Untuk sementara dihentikan, harus ada kajian khusus berapa bentor yang dibutuhkan, "tutupnya.(fix/red)


Share:
Komentar

Berita Terkini