Tiga Proyek Jalan Dipastikan Tuntas Tahun Ini

Editor: brindonews.com
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Maluku  Utara (Malut) Daud Ismail.
TERNATE, BRN – Pembangunan ruas jalan  dipastikan tahun ini tuntas. Kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Maluku  Utara (Malut) Daud Ismail kepada wartawan melalui telpon selulernya, Rabu (8/7/2020).

Lanjut Daud meski tiga proyek pekerjaan ruas jalan provinsi ini menggunakan anggara yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU).  karena proses pinjaman ke SMI saat ini juga masih dalam tahapan proses.

Dikatakan pekerjaan ruas jalan yang saat ini dikerjakan yakni, pembangunan jalan Galela kedi yang menuju Desa roko di Kabupaten Halmahera Utara (Haltut), pembangunan jalan jembatan Saketa dehepodo di kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), dan pembangunan jalan Kuwaltim yang berada di kabupaten Halmahera Timur (Haltim).

Daud menjelaskan bahwa anggaran tiga proyek pembangunan ruas jalan tersebut masing-masing, Jalan Galela-Kedi senilai Rp 14 miliar, jalan Saketa-Dahepodo senilai Rp 20 Miliar sekian dan jalan Kuwaltim senilai Rp 8 miliar.

Dikatakan untuk progres pelaksanaanya dari jalan galela kede saat ini sudah mencapai 50 persen, Saketa dehepodo sudah 40 persen lebih, dan jalan kuwaltim sekitar 50 persen.

Pihaknya optimis dengan pagu yang begitu besar dipastikan tahun ini bisa tuntas dalam artian bahwa kita kerjakan sampai seratus persen tetapi untuk ruas masih ada sebagian yang tersisa,” kata Daud.

Karena dalam kondisi pandemic covid-19 Daud menghimbau agar menjaga kesehatan dan keselamatan terkait dengan pelaksanaan kegiatan baik pelaksanaan kegiatan maupun para tenaga pekerja yang terlibat di dalamnya “kami berharap kepada penyedia agar betul-betul menerapkan protocol kesehatan terkait dengan tenaga kerja,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan bahwa karena proyek tersebut bersumber dari danah DAK pihaknya berharap dengan berakahirnya masa kontrak pekerjaan itu sudah betul-betul tuntas baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

“Yang pasti kita semua tetap menjaga agar tidak terjadi maslah dikemudian hari baik terkait dengan audit ekternal dari BPK maupun BPKP, yang paling utama adalah pekerjaan ini harus tepat mutu” Ujarnya.

Selain itu dalam kontrak kerja sudah ada pengikatan kontrak dengan penyedia, otomatis penyedia harus mengikuti aturan dan ketentuan yang sudah diterapkan sebagaimana yang tertuang di dalam kontrak itu sendiri.  Di mana kontrak ini mengacu kepada peraturan yang ada jika kedapatan ada penyedia yang lalai maka pihaknya akan berikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. (han/red/adv)

Share:
Komentar

Berita Terkini