Penerimaan Peserta Didik Baru Berdasarkan Permendikbud

Editor: brindonews.com


 
Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Amiruddin

TERNATE,BRN - Penerimaan peserta didik baru mengacu pada Peraturan Mendikbud (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Dalam Permendikbud disebutkan jalur Zonasi dalam pendaftaran PPDB 2020 paling sedikit 50% dari daya tampung sekolah, jalur Afirmasi paling sedikit 15% dari daya tamping sekolah, jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling sedikit 5% dari daya tampung sekolah, dan dalam hal masih terdapat sisa kuota sisanya (30%) dibuka untuk jalur Prestasi sesuai dengan kondisi daerah.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Amiruddin, kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis (02/06/2020).

Amirrudin menjelaskan dalam  Permendikbud ini disebutkan bahwa jalur Prestasi tidak berlaku untuk jalur pendaftaran calon peserta didik baru pada Taman Kanak-Kanan (TK) dan kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Selain itu, calon peserta didik hanya dapat memilih 1 (satu) jalur pendaftaran PPDB dalam 1 (satu) wilayah zonasi.

“Kebijakan zonasi esensinya adalah adanya (jalur) afirmasi untuk siswa dan keluarga pemegang KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang tingkat ekonominya masih rendah, serta bagi yang menginginkan (adanya) peningkatan jalur prestasi sampai maksimal 30% diperbolehkan,” kata Ketua Panitia PPBD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Amiruddin, kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis (02/07/2020).

Dikeluarkannya  Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019. Kata Amirudin, salah satunya mengakomodir aspirasi orang tua yang ingin prestasi anaknya lebih dihargai dalam menentukan pilihan sekolah terbaik.

“Banyak yang komplain anaknya sudah belajar keras untuk mendapat hasil yang diinginkan. Jadi Permendikbud ini adalah kompromi di antara kebutuhan pemerataan pendidikan bagi semua jenjang pendidikan,” ungkap Amiruddin.

Ditetapkan Pemda Dalam Pasal 16 Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 itu disebutkan, penetapan wilayah zonasi dilakukan pada setiap jenjang oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya, dengan prinsip mendekatkan domisili peserta didik dengan Sekolah. Karena itu, menurut Permendikbud itu, dinas pendidikan wajib memastikan bahwa semua Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dalam proses PPDB telah menerima peserta didik dalam wilayah zonasi yang telah ditetapkan.“Penetapan wilayah zonasi pada setiap jenjang sebagaimana dimaksud wajib diumumkan paling lama 1 (satu) bulan sebelum pengumuman secara terbuka pendaftaran PPDB,” tuturnya.

Adapun jalur afirmasi, menurut Permendikbud ini, diperuntukkan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu yang dibuktikan dengan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah. “Peserta didik yang masuk melalui jalur afirmasi merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi Sekolah yang bersangkutan,” papar Amiruddin.

Sementara peserta PPDB dari jalur perpindahan tugas orang tua/wali, menurut Permendikbud ini, dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang memperkerjakan.“Kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali dapat digunakan untuk anak guru,” tegasnya.

Sedangkan jalur prestasi, menurut Permendikbud No. 44/2019 ini, ditentukan berdasarkan: a.nilai ujian Sekolah atau UN; dan/atau b.hasil perlombaan dan/atau penghargaan di bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, dan/atau tingkat kabupaten/kota.

“Bukti atas prestasi sebagaimana dimaksud diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB,” tutupnya. (tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini