|

Kejati Bidik Dugaan Penyalahgunaan Biaya Honor Pegawai RSUD Chasan Beosoeri

Ilustrasi Uang Tunai 


TERNATE,BRN – Kejaksaan Tinggi Maluku Utara kembali menangani dugaan kasus tindak korupsi penyalagunaan biaya honor pegawai RSUD Chasan Beosoeri tahun 2017 senlai Rp 1 Miliar.

Kasus ini merupakan, kasusu tunggakan yang pernah di lidik Kejati Malut sejak januari 2019 akan tetapi hingga saat ini belum juga selesai. Padahal kejati sudah melakukan pengumpulan bukti (pulbaket).

"Dugaan kasus tindak pidana korupsi honor pegawai Rumah Sakit sudah selesai pulbaket dan itu akan disampaikan perkembanganya” kata Asisten  itu Intelijen Kejati Malut, Efrianto kepada sejumlah awak media Rabu (22/07/2020).


Dalam waktu dekat, dirinya akan mengagendakan rapat dengan tim penyidik untuk menganalisa hasil pengumpulan data (puldata) maupun bahan keterangan (pulbaket) atas dugaan kasus tersebut." Apa kami sampaikan  kesimpulannya, apakah perlu diperdalam lagi data-data awalnya, atau sudah ada indikasi”.

Mantan kepala Kejaksaan Negeri Padang Pariaman itu menambahkan, memang perkara dugaan kasus RSUD Chasan Basoeri Ternate masuk kasus tunggakan dibidang Intelijen yang belum kunjung selesai.

"Kasus itu masuk perkara tunggakan yang harus kita selesaikan, nanti perkembangan seperti apa saya akan infokan," tutupnya.

Sekedar di ketahui, dugaan kasus biaya honor pegawai RSUD Chasan Basoeri Ternate senilai Rp 1 miliar lebih yang di duga digunakan tidak sesuai dengan Dokumen Peleksanaan Anggaran (DPA) dari total anggaran senilai  Rp 12 Miliar lebih. Hal tersebutberdasarkan  temuan Inspektorat Pemprov Malut nomor :836/2018.-INSP.P/MU/2018 tertanggal 7 Mei 2018. (tim/red)

Komentar

Berita Terkini