Inspektorat Sebut, Penyaluran Bansos Masih Tumpang Tindih

Editor: brindonews.com
Inspektorat Provinsi Maluku Utara Ahmad Purbaya


TERNATE, BRN – Di tengah wabah pandemic covid-19 banyak bantuan yang diserahkan kepada masyarakat melalui bantuan sosial (bansoso) meski begitu, ada dugaan penyaluran bansos di empat Kabupate/Kota tumpang tindih.  

Kepala Inspektorat Provinsi Maluku Utara Ahmad Purbaya kepada wartawan di Sahid Bella Senin (6/7/2020( mengatakan, empat daerah tersebut belum bisa di sebutkan kabupaten dan kota apa saja, sebab masih bersifat dugaan. “ Saya belum bisa sampaikan karena ini masih potensi Dugaan”.

Menurutnya, kenapa masih bersifat dugaan, karena  masih berdasarkan laporan dari instansi dan masyarakat, meski begitu laporan yang disampaikan ke inspekorat didukung dengan sejumlah data. “ Ada data yang dilaporkan Instasi dan masyarakat terkait dugaan tumpang tindih penyaluran Bansos”.

Perlu dikatahui pengawasan Bansos, bukan hanya dilakukan oleh Inspektorat akan tetapi juga di awasi Komisi pemberantasan Korupsi (KPK). Pengawasan ini  mulai dari Provinsi hingga Kabupaten/Kota.

“ Kita di Provinsi juga di awasi KPK untuk melakukan pengawasan sehingga penyalurannya tepat sasaran”ungkapnya.

Lanjut dia, saat ini Inspektorat menunggu data penyaluran Bansos yang dilakukan Biro Kesra Malut,  jika data tersebut sudah dimasukkan maka akan di cocokan dengan data yang dilaporkan instansi dan masyarakat. “ Nanti kalau data dari Kesra sudah masuk baru kita sandingkan dan lihat tumpang-tindih itu seperti apa”, katanya
.
Dirinya  mengimbau kepada seluruh masyarakat termasuk media untuk berperan aktif melakukan pengawasan Bansos, karena pengawasan ini bukan hanya pengawasan di Bansos APBN, tetapi pada APBD dan bahkan APD-des Ditengah pandemi COVID-19.

“ Bansos yang kita awasi ini supaya tidak tumpang-tindih, tidak salah sasaran atau memang ada kesengajaan fiktif, makanya kita mohon info dari semuanya. pintanya

Ahmad menegaskan jika ada temuan silahkan dilaporankan ke inspektorat untuk ditindaklanjuti ditindaklanjuti, bahkan kalau masih ragu bisa saja langsung ke aplikasi ( jaga Bansos) yang dipantau langsung KPK, tegasnya (han/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini