Dugaan Korupsi GMC Tinggal Tunggu Calon Tersangka

Editor: brindonews.com
KANTOR KEJAKSAAN NEGERI HALMAHERA BARAT
JAILOLO, BRN - Kejaksaan Negeri Halmahera Barat resmi meningkatkan status kasus dugaan korupsi pembagunan Gedung Malaria Center (GMC). Peningkatan dari tahap penyelidikan ke penyedikan itu dilakukan sejak pekan kemarin.

Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Barat Salomina Meyke Saliama menuturkan, pembagunan gedung dengan nilai dua miliar lebih pada 2018 itu melekat di Dinas Kesehatan Halmahera Barat. Dasar dinaikkan satu tahap penanganan perkara tersebut setelah memenuhi unsur dugaan penyalahgunaan anggaran.

“Penyidik suda memeriksa sekitar 20 orang saksi terkait kasus Gedung Malaria Center ini. Dua bulan lalu kita sudah menyurat ke BPKP, tetapi yang menjadi kendala itu pemilik perusahan pemenag tender tidak ada di Ternate, kemudian juga terkendala dengan kondisi Covid,” kata Salomina, Selasa (14/7).

Tujuan kejaksaan negeri menyurat ke BPKP itu untuk meminta hasil perhitungan kerugian negara akibat dugaan penyalahgunaan tersebut. Permintaan penyandingan data tersebut kata Salomina, dikarenakan penyidik sudah mengantongi hasil perhitungan ahli dari PUPR, selaku dinas teknis.

“Jadi yang ang pasti sudah mengarah pada calon tersnagka, tetapi kita juga harus secara resmi menentukan beberapa tersangka,” sebutnya. (an/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini