Bawaslu Malut Temukan Sebanyak 18.204 DP4 Bermasalah

Editor: brindonews.com
Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin 


TERNATE,BRN – Berdasarkan analisa Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4), telah ditemukan sebanyak 18.204 data pemilih yang tidak memenuhi syarat. Hal ini berdampak pada Pemilihan kepala daerah tahun ini.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara (Malut), Muksin Amrin kepada wartawan di ruang kerjanya Senin, (13/7/2020) mengatakan, pemutakhiran daftar pemilih tetap yang diusulkan pada (15/7) sampai (13/8/2020) mendatang itu tersebar di 8 Kabupaten/Kota yang akan menyelanggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Menurutnya, setiap momen pelaksanaan pemilu pasti dipersoalkan, dimana pada saat pemungutan suara tiba pasti dipersoalkan, objek gugatan di Mahkama Konstitusi pasti persoalan DPT. " Hal ini menyangkut pencegahan penggelembungan DPT dalam pemilihan, tentunya juga menjadi sesuatu yang krusial. Ujar Muksin.

Kata dia, dengan data tersebut, pihak KPU dapat menyajikan DPT secara komprehensif atau dapat dipertanggung jawabkan kepada publik, "tidak ada lagi DPT ganda, tidak ada lagi DPT fiktif, tidak ada lagi DPT orang meninggal yang masih terdaftar" ungkapnya. Dapat menghindari penggunaan sisa surat suara, termasuk penggunaan undangan orang saat pemilihan. Karena potensi pemungutan suara terjadi pada kesempatan seperti itu.

Dikatakan DP4 adalah data yang akan dimutakhirkan pada (15/7) mendatang sebagai basis data dimana DP4 disingkronisasi dengan DPT terakhir, kemudian dimutakhirkan. Muksin menginstruksikan kepada Kabupaten/Kota untuk mengolah data atau melacak namun, untuk Kota Ternate baru sebatas analisa sebagian. Dikarenakan dokumen DP4nya tidak diberikan KPU ke Bawaslu Kota Ternate, maka diambil langkah alternatif yakni diunduh dokumen DP4 tetapi mengalami gangguan, sehingga yang tercatat  baru jumlah data pemilih ganda sebanyak 159. 

Hal yang sama terjadi juga di Kota Tidore Kepulauan sebanyak 269 pemilih ganda. Sementar Kepulauan Sula belum tercatat sedikit pun karena DP4 sebagai basis data untuk dianalisa tidak didapatkan oleh Bawaslu Sula ke KPU, maka akan dikoordinasikan kembali ke KPU. 
"jadi belum sempurna untuk Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dan Kota Ternate serta Kabupaten Kepulauan Sula" sebut Muksin.

Sementara data yang berdasarkan DP4 dan DPT terakhir terdiri dari Halbar, Haltim, Halut, Halsel (DPT Terakhir), dan Taliabu. Untuk Kabupaten Halbar terhadap pemilih yang tidak dikenali ada 1030, pemilih yang meninggal 964, jumlah pemilih yang berstatus TNI/Polri 99, pemilih ganda 1375, pemilih di bawah umur  170, pimilih pindah domisili 1551.

Kabupaten Haltim, pemilih yang tidak dikenali berjumlah sebanyak 536, pemilih meninggal dunia 736, pemilih berstatus TNI/Polri 26, pemilih bukan penduduk setempat 449, pemilih ganda 729, pemilih dibawah umur 34, pemilih oindah domisili 123. Kabupaten Halut, terdapat pemilih meninggal dunia sebanyak 1470, pelimilih tidak dikenali 141, status TNI/Polri 72, pemilih bukan penduduk setempat 92, pemilih ganda 1075, pemilih dibawah umur 4, pemilih pindah domisili 1392.  Halsel, pemilih meninggal dunia 952, pemilih tidak dikenali 64, status TNI/Polri 38, pemilih ganda 691, pemilih dibawah umur 5, pemilih pindah domisili 1399, sebutnya.

Semenatara Kabupaten Pulau Taliabu, terdapat pemilih meninggal dunia 545, status TNI/Polri 14, pemilih bukan penduduk setempat 457, pemilih ganda 439,pemilih dibawah umur 1. 

Lanjut dia, data tersebut sebenarnya akan membantu KPU dalam rangka pencocokan dan penilitian (coklit) data pemilih yang memenuhi syarat dan tidak. " Data update ini masih bersifat sementara, belum pada tahapan finalisasi dan bisa berpotensi bertambah. Sementara metodenya dengan memanfaatkan sistem ITE melacak dan faktualisasi lebih lanjut" tambahnya.(han/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini