|

Polda Malut Tetap Tindak lanjut Kasus Bupati Haltim



Direktur Ditkrimsus Polda Malut Kombes (Pol) Alfis Suhaili 

TERNATE,BRN
- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) mulai melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran APBD yang diduga melibatkan Bupati Halmahera Timur (Haltim) Muhdin Ma' bud yang saat itu menjabat wakil bupati haltim, senilai Rp 1,3 miliar lebih sejak tahun 2014 - 2015.

Direktur Ditkrimsus Polda Malut Kombes (Pol) Alfis Suhaili mengatakan,kasus tersebut saat ini Polisi masih melakukan pengumpulan dokumen dan proses itu pihaknya sedang lakukan klarifikasi .

"Klarifikasi ini karena pada masa pendemi virus corona atau covid-19 banyak kendala,"kata Alfis kepada media ini,Minggu (28/6/2020).

Alfis menyebutkan, yang membuatproses pengumpulan dokumen atau proses pemeriksaan saksi-saksi itu semuanya belum terlaksana karena pendemik covid-19. Akak tetapi polisi tetap tindaklanjut kasus dugaan tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan Bupati Haltim Muhdin Ma’bud yang saat itu menjabat wakil bupati haltim.

"Jadi kami tetap menjadwalkan kembali untuk dilakukan proses selanjutnya,"pungkasnya.
Sekedar di ketahui ,Bupati Halmahera Timur (Haltim) Muhdin Ma’bud dilaporkan ke Polda Maluku Utara (Malut) oleh Gamalama Coruption Watch (GCW) Malut karena diduga menerima uang sebanyak 13 kali dari Bendahara Pengeluaran pada Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Haltim berupa uang titipan senilai Rp 1,3 miliar Iebih sejak tahun 2014-2015.

Kasus tersebut itu terjadi ketika Bupati Muhdin masih menjabat sebagai Wakil Bupati Haltim.(tim/red)


Komentar

Berita Terkini