|

Perusahaan di Morotai Rumahkan Puluhan Pekerja Imbas Corona

Salah satu pekerja serius menyusun masker medis. Tampak mengenakan headset microphone masker guna melindungi dari ancaman virus corona saat bekeja.
MOROTAI, BRN - Pandemi coronavirus disease atau covid-19 membuat puluhan pekerja di PT. Labrosco terpaksa dirumahkan. Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, itu merumahkan sedikitnya 63 orang pekerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pulau Morotai, Yakub Kurung menyebutkan, 63 karyawan PT. Laborosko itu hanya dirumahkan atau ditangguhkan sementara waktu, bukan pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Merekah yang ditangguhkan ini, lanjut Yakub, tidak digaji selama mereka dirumahkan. Rata-rata dari mereka merupakan putra daerah Pulau Morotai.

Antara Dibayar atau Tidak

Yakub menyatakan tidak tahu alasan pasti mengapa para pekerja yang dirumahkan itu tidak menerima upah. Agar persoalan ini ada titik terangnya, sambung Yakub, ia mengaku sudah membicarakan bersama pimpinan perusahan, Jhony Laos.

“Pak Jhony bilang ke saya nanti beliau balik ke Morotai baru dibicarakan dengan karyawan yang di rumahkan,” kata Yakub, Selasa (16/6).

Yakub mengemukakan, selain masalah upah, masalahnya lainnya yaitu kepemilikan kartu kuning dan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini diketahui, kata dia, setelah berulang kali ia menanyakan perihal kartu kuning dan BPJS Ketenagakerjaan ke pihak perusahaan.

“Saya bingung dengan pihak PT. Labrosco. Sudah di kasih ingat tapi mereka tampak biasa-biasa saja. Padahal kalau dilihat perusahan sudah menyalahi aturan. Sementara dilain sisi, karyawan wajib melampirkan kartu kuning sebagai syarat saat ikut perekrutan atau melamar,” ucapnya.

Tidak adanya kepemilikan BPJS Ketenagakerjaan ini dibenarkan Petugas Unit Layanan  BPJS Ketenagakerjaan Pulau Morotai. Guntino mengatakan, 63 karyawan yang dirumahkan itu sama sekali belum tercaver dalam database pemegang katu BPJS Ketenagankerjaan.

“Kemarin setelah masalah itu (dirumahkan), mereka datang mau mendaftar BPJS. Itu berarti mereka belum punya BPJS Ketenagakerjaan,” sebut Guntino. (fix/red)

Komentar

Berita Terkini