Pemprov Malut Baru Selesaikan 65 Persen Temuan BPK

Editor: brindonews.com
Gedung BPK Perwakilan Maluku Utara.

TERNATE, BRN - Badan Pemeriksaan Keuangan atau BPK Perwakilan Provinsi Maluku Utara dan Inspektorat menggelar rapat koordinasi menindaklanjuti temuan yang belum ditindaklanjuti pemerintah. Sekretaris Samsudin A. Kadir turut hadir dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung BPK Maluku Utara itu.

Samsuddin A. Kadir menyebutkan, pertemuan tersebut salah satu poin yang dibahas adalah tindaklanjut sejumlah temuan kerugian keuangan negara di jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Menurut data BPK, lanjut Samsudin, penyelesaian temuan masih dibawah 85 persen. “(memang) ada beberapa yang belum mencapai target, dan yang  ditargetkan adalah 85 persen, sementara kita pada rata-rata baru 65 persen,” kata Samsudin usai mengikuti rapat, Rabu (24/6).

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Maluku Utara ini bilang, dalam rapat tersebut BPK meminta agar pemerintah provinsi segera menyelesaikan semuat temuan sesuai taget 85 persen.

Pengembalian, lanjut Samsudin, bukan hanya mengembalikan berapa besaran uang, melainkan menindaklanjuti rekomendasi yang dikeluarkan BPK.

“Rekomendasi tersebut terdiri dari empat poin, salah satunya gubernur atau sekda harus memberikan teguran terhadap dinas terkait. Kemudian memberikan teguran kepada PPK dan yang terakhir dilakukan pengembalian,” ucapnya.

Disentil sejumlah aset pemerintah yang daftar masuk temuan ia mengaku belum diselesaikan. Mantan PLT Bappeda Maluku Utara ini menyatakan, aset yang menjadi temuan itu salah satunya 36 bidang tanah.

Kepala Inspektorat Perwakilan Maluku Utara, Ahmad Purbaya menyebutkan, dinas pendidikan dengan temuan yang paling banyak. Meski begitu, ia tak merinci berapa besar kerugian negara di dinas tersebut.

“Soal aset yang menjadi temuan itu ada manajemennya untuk dilakukan perbaikan aset yang nantinya ditindaklanjuti KPK dengan kejaksaan tinggi. Jadi tinggal SKK dari Kejaksaan Tinggi kemudia turunkan tim untuk menertibkan aset-aset yang dikuasai pihak lain atau sengketa,” katanya. (han/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini