Pemberlakuan Syarat Rapid Test Bagi Pelaku Berpergian Wajid Dipenuhi

Editor: brindonews.com
Sekprov: Itu Syarat Wajib

SAMSUDDIN A. KADIR
Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsudin A. Kadir mengemukakan, alat pengujian cepat atau rapid test  yang disediakan pemerintah bukan untuk bagi pelaku bepergian.

Rapid test tersebut boleh dipakai kalau berkaitan dengan surveillance epidemiologi atau kepada orang yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif covid-19. Surveillance epidemiologi berbasis data persebaran ini dilakukan untuk meng-‘clustering’ persebaran virus, termasuk pelacakan dan deteksi dini kesehatan yang memengaruhi risiko terjadinya penularan.

Rapid test terhadap mereka yang pernah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif covid-19 itu dilakukan dengan teliti, termasuk melacak riwayat berapa lama melakukan kontak dan potensi reaktif.

“Mereka yang di rapid test  merupakan surveillance tim epidemologi. Di cek dulu sudah kontak berapa lama, sehingga kalau ada potensi reaktif, maka harus dilakukan rapid test,” ucap Samsuddin di Media Center Gugus Tugas Covid-19 Maluku Utara, di Hotel Sahid Bella Ternate, Senin,(1/6).

Wajib Dipenuhi

Samsuddin menyatakan pemakain rapid test diluar dari surveillance tidak diperbolehkan. Pembatasan ini menurut Samsuddin, karena belum bisa mengukur potensi reaktif ataupun non reaktif bagi pelaku bepergian.

“Karena ini khusus kontak erat dengan pasien positif saja, di luar itu kita belum bisa pastikan,” ucapnya.

Pemberlakukan syarat memperoleh surat jalan atau surat bebas covid-19 dari masing-masing gugus tugas penaganan covid-19 di kabupaten/kota berlaku wajib. Samsuddin menyatakan, ketentuan yang mewajibkan rapid test bagi mereka yang melakukan berpergian wajib penuhi.

Kendati begitu, mantan Kepala Dinas Pariwisata Maluku Utara ini mengakui kalau alat yang dipakai untuk mengetahui anti bodi pada tubuh manusia itu beragam jenis dan haganya pun bervariasi. Mulai dari yang murah hingga yang paling mahal. (han/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini