Kades Rabutdaiyo Lapor Balik Ketua PAC GPM Pulau Makian

Editor: brindonews.com
Kantor Ditreskrimum Polda Malut. (dok.eko | brindonews.com)
Perkara dugaan korupsi dana desa yang diduga melibatkan Kepala Desa Rabutdaiyo, Kecamatan Pulau Makian, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Abdurahman Walanda berujung saling lapor. Abdurahman Walanda resmi melaporkan balik Ketua PAC GPM Pulau Makian, Ridwan R. Sarian.

Ridwan R. Sarian diadukan ke Direktorat Kriminal Umum Polda Malut, Senin (15/6) siang. Ridwan dilaporkan karena diduga mencemarkan dan memfitnah Abdurahman Walanda melalui pernyatan yang dinilai merugikan.

Sebelumnya, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Marhaen atau PAC GPM Pulau Makian membeberkan sejumlah dugaan tindak pidana korupsi dana desa di Desa Rabutdaiyo. Menurut mereka besaran dana desa yang diselewengkan itu lebih dari  Rp350 juta.

Atas dugaan kasus ini kini dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Laporan hukum PAC GPM Pulau Makian dimasukkan pada Kamis (11/6/2020) pekan kemarin. Laporan tersebut di terima Kasi C Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Zul Asfi Siregar, didampingi Kasi penerangan Hukum (Kasipenkum) Richard Sinaga.

Sekretaris Badan Penyeluhan dan Perberdayaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila, Hastomo Bakri menyebutkan, diadukannya Ridwan R. Sarian ke Direktorat Kriminal Umum Polda Malut itu setelah Abdurahman Walanda meminta pendampingan guna mendapatkan perlindungan hukum.

Pendampingan tersebut, lanjut Hastomo, tertuang dalam surat kuasa khusus nomor: 1/SKK/PD/BPPH-MALUT/VI/2020 tertanggal 12 Juni 2020. “Untuk mengawal kasus ini sejumlah pengacara sudah disiapkan,” kata Tomo, begitu Hastomo biasa disapa, usai memasukkan laporan.

Tomo mengemukakan, ada dua delik materil/aduan yang diadukan. Pertama, mengenai pencemaran nama baik dengan sangkaan Pasal 310 KUHP, dan yang kedua adalah perbuatan fitnah dengan sangkaan Pasal 311 KUHP ayat 1.

“Pasal 310  pidana penjara paling lama sembilan bulan, sedangkan Pasal 311 empat tahun penjara,” sebutnya.

Dasar laporan balik ini, kata Tomo, berdasarkan komentar Ridwan yang mengakui adanya pengakuan Ketua Badan Permuswaratan Desa (BPD) Desa Rabut Daiyo, Hamdan Hi. Kamal.

Pengakuan tersebut, sambung Tomo, Ridwan mengakui kalau informasi dugaan kurpsi dana desa tersebut didapat dari pengakuan Hamdan Hi. Kamal.

“Padahal tarada (tidak ada) pengakuan itu. Dalam surat pernyataan Ketua BPB Hamdan tidak akui kalau pernah mangaku ke Ridwan soal dugaan korupsi di Rabutdiyo seperti yang diberitakan,” ucap Tomo sembari menunjukkan surat pertanyaan yang ditandangani ketua BPD beserta tiga anggotanya.

Hastomo membantah kalau laporan balik ini hanya sekedar menggertak pihak PAC GPM Pulau Makian. Ia menyatakan, keputusan mendampingi kliennya itu benar-benar murni dan tanpa tendesius apapun.

“Kasus ini dikawal sampai di tingkat selanjutnya. Karena pengakuan Ridwan tersebut menurut kami merugian klien kami. Untuk proses selanjutnya kita serahkan saja ke polisi, tapi yang jelas semua dokumen pendukung (data pembanding) sementara disiapkan,” sebutnya. (red/brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini