DKP Malut Tangkap Tiga Kapal Nelayan Illegal Asal Sulut

Editor: brindonews.com
Tiga kapal nelayan asal Manado, Sulawesi Utara yang melakukan aktifitas illegal fishing di perairan Halmahera Utara. Tampak kapal over kapasitas. (dok. DKP Maluku Utara)  

TERNATE, BRN - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara berhasil menangkap 3 kapal jaring asal Manado, Sulawesi Utara. Tiga kapal tersebut ditangkap lantaran  menangkap ikan secara ilegal atau illegal fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Maluku Utara.

Kepala Seksi Pengawasan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, Abdullah Togubu menyatakan, tiga kapal jaring itu di tangkap di Laut Halmahera Utara pada 26 Juni 2020 kemarin. Saat itu ketiga kapal ini baru selesai menjaring ikan di laut Halmahera Utara, tepat di Pulau Doi, Dama, Loloda Kepulauan.

Tiga kapal nelayan jaring ini, menurut Abdullah, salah satunya KM. Nathania yang berkapasitas 30 GT. Jenis ikan yang ditangkap, lanjut Abdullah, yaitu Sorihi, Cakalang dan Madidihang. Ikan jenis-jenis ini ditangkap dalam jumlah yang banyak.

“Kami sudah lakukan pemeriksaan (dokumen) kapal dan surat ijin menangkap ikan, namun hanya ijin yang dikeluarkan Provinsi Sulawesi Utara,” kata Abdullah, Senin (29/6).


Kepala Bidang Tangkap Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara Abdullah Asagaf menambahkan, modus yang dilakukan tiga kapal nelayan asal Manado ini dengan memancing. Modus penangkapan ikan secara illegal ini, lanjut Abdullah, pernah ditemukan di Pulau Widi, Halmahera Selatan.

“Dokumen ketiga kapal ini sudah di tahan dan dibawa ke Ternate untuk ditindaklanjuti. Kapal boleh dipulangkan asalkan pemilik kapal harus mengurus (dokumen) di Ternate. Sanksinya akan dibina kalau saja kapalpunya dokumen lengkap, tapi kalau tidak, bisa kena sanksi pidana,” sebutnya.

Kepala DKP Provinsi Maluku Utara Buyung Rajdiloen mengatakan, tiga kapal yang ditangkap itu setelah dilakukannya patroli rutin di wilayah Pengelolaan Perikanan Maluku Utara. Patroli tersebut, lanjut Buyung, menggunakan kapal fishing sport milik dinas yang dipimpin olehnya.

“Patroli rutin ini merupakan bagian dari teknik deteksi kapal yang sengaja masuk ke perairan Maluku Utara untuk menangkap ikan. Mengingat, petugas yang menggunakan kapal pengawasan informasinya sering diketahui,” ucapnya. (brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini