|

Dikbud Malut Turunkan Tim Data Sekolah

Imam Mahkdi Hasan
TERNATE, BRN - Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku Utara, rencananya dalam waktu dekat menurunkan tim ke sepuluh kabupaten kota. Penurunan tim tersebut diduga berkaitan dengan temuan Komisi IV DPRD Maluku Utara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Imam Makhdi Hasan menuturkan, rencana penurunan tim untuk mendata sekolah di wilayah Maluku Utara itu sudah dibahas dalam rapat bersama Komisi IV DPRD Maluku Utara di Sekretariat DPR Maluku Utara di Kelurahan Stadion, Ternate Tengah.

Dalam rapat, lanjut Imam, pembicaraanya lebih banyak mengarah ke nasib guru honorer. “Pada prinsipnya kami lebih fokus ke data. Di lain sisi saya baru kurang lebih tiga bulan di lantik sebagai kepala dinas pendidikan dan kebuadayaan, di lain faktor pandemik Covid-19 belum berakhir yang mana bekerja dengan system  work from home,” kata Imam usai mengikuti bersama DPRD, Selasa (23/6).

Mantan Kepala Dinas Pertambangan Maluku Utara ini menyebutkan, Rabu besok sudah menugaskan timnya untuk turun ke kabupaten kota dan memulai mendata. Namun, kata dia, pihaknya harus berkoordinasi dengan bupati masing-masing daerah.

“Takutnya tim yang akan turun nanti di karantina selama 14 hari. Sementara surat tugas yang diberikan hanya  5 hari dengan anggaran yang tersedia,” ucapnya.

Ia bilang, tim yang ditugaskan tersebut akan mengambil data berapa guru defenitif, honorer dan sarana prasarana pendukung lainnya di masing-masing sekolah. Data ini selanjutnya dicocokkan dengan data pokok pendidikan atau dapodik yang pakai.

“Selama ini data yang dipakai merupakan dapodik sebelumnya (lama), dan itu di input dari sekolah. Kendalanya kalau di input dari sekolah, mereka lebih  penekanannya ke murid tidak kepada dasarnya, kemudian setiap tahun bantuan yang turun juga selalu sama,” sebutnya.

“(mungkin) juga karena kesalahan (kepala dinas) sebelumnya, yang tidak mendata dengan jelas. Kemudian data yang kita sandingkan di dapodik itu tidak bisa digunakan, karena mungkin kesalahan operator sekolah. Belakangan di kroscek, ternyata ada satu operator sekolah menghendel 7 sekolah,” tambahnya. (han/red)

Komentar

Berita Terkini