Rabu, 17 Juni 2020

Deprov Malut Temukan SMK ‘Siluman’ hingga Honorer 15 Tahun Tanpa SK

Malik Sillia
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, dinilai belum serius menangani sektor pendidikan. Kesempatan peserta didik yang terisolir dari jaringan internet untuk menikmati pelayanan pendidikan masih menjadi mimpi.

Ikhwal tersebut dikemukakan Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara, Malik Silia saat menghadiri rapat paripurna di Sofifi, Rabu (17/6).

Penyebab kurangnya fokus terhadap dunia pendidikan di Maluku Utara, menurutnya, tidak ada itikad baik dan langkah-langkah perlindungan dari dinas pendidikan.

“Siapa yang jamin kualitas siswa-siswa belajar di rumah ? tidak ada yang bisa menjadi bagaimana IT kita, bagaimana dengan siswa-siwa di Halmahera Timur, Taliabu, Sula, Loloda yang jangkauan internetnya sama sekali tidak ada. Lalu bagaimana siswa bisa menggunakan fasilitas internet ?,” katanya.

Politisi PKB ini mengaku sudah berulang kali mengingatkan Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut agar pro aktif dalam berkomunikasi.

Temukan SMK Siluman

Malik mengatakan, ada berbagai masalah yang ditemukan saat melakukan kunjungan kerja di kabupaten kota. Mulai dari sekolah menengah kejuruan atau SMK yang tidak ter-caver dalam database alian ‘siluman’, hingga guru honor 15 tahun mengabdi tanpa SK.

“Meskipun ini di masa pandemik tapi tidak boleh abaikan pendidikan. Pendidikan juga urusan kemanusiaan,” sebutnya.

Malik mengaku bingung SMK ‘siluman’ yang ditemukan itu dinamai SMK N 1 Maluku Utara. Selain keberadaan sekolah pun tidak jelas, sambung Malik, status daerah yang ada SMK N 1 Maluku Utara itu masih kabupaten, bukan status provinsi.

“Ini pasti ‘siluman’ kalau tidak segera di tertibkan,” terangnya. (han/red)

Label: