|

Warga Obi (yang) Terlibat Pengroyokan La Iki Bakal di Proses Hukum

Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Brigjen Polisi Rikhwanto.
SOFIFI, BRN - Masyarakat Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, bersiap-siap berurusan dengan polisi. Ini setelah Kepolisian Daerah Maluku Utara memastikan tetap memproses secara hukum bagi siapa saja yang terlibat dalam perkara pengroyokan Ikbal Ode Antara alias La Iki (25).

Ikbal Ode Antara alias La Iki adalah terduga pelaku utama pemerkosaan dan pembunuhan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Adik kandung dari Adenan Ode Antara alias La Anan ini diduga meninggal dunia setelah di keroyok warga Laiwui, pada Selasa (12/5) malam kemarin.

La Iki dan kakaknya La Anan mendadak viral di berbagai media sosial beberap hari terakhir. Kedua kakak beradik yatim piatu ini diduga terlibat dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yulianti Ramli, warga Desa Laiwui, Kecamatan Obi, Pulau Obi. Mereka berdua sempat berstatus burunan polisi selama dua hari. Sang kakak di tangkap pada Selasa (12/5) sekira pukul 16.20 WIT sore di Desa Pelita Alam, Pulau Obi, sedangkan sang adik dilaporkan meninggal dunia karena diamuk warga.

Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Brigjen Polisi Rikhwanto menegaskan, tetap menindak kalau warga benar terbukti bersalah. Namun penyelesaian diutamakan dan didahulukan bagi La Anan hingga selesai.

“Jika semuanya sudah selesai barulah kita berangkat ke pelaku yang kedua. Tentunya masyarakat  yang terlibat  itu tetap di proses,” terang Rikhwanto, Rabu (13/5).

Jendral satu bintang di Polda Maluku Utara ini menuturkan, penanganan  akan di lihat dari kronologis perkara dan siapa saja yang berada di lokasi. Juga mengidentifikasi motif pengroyokan yang menyebabkan meninggalnya La Iki.

“Kita lihat lagi apakah  yang dilakukan itu ada kaitan dengan pelanggaran hukum atau tidak,” ucapnya, sembari menambahkan, sebelum La Iki dimakamkan sudah dilakukan otopsi oleh Polres Halmahera Selatan. (han/red)

Komentar

Berita Terkini