|

RSUD CB Ternate Miliki Alat PCR, Tes Swab Covid-19 Tidak Lagi ke Makassar

Ilustrasi alat PCR. Beberapa penyakit yang bisa didiagnosis melalui tes PCR yaitu, Infeksi human immunodeficiency virus (HIV), Hepatitis C, Infeksi cytomegalovirus, Infeksi human papillomavirus (HPV), Gonore, Klamidia, Penyakit Lyme, Pertusis (batuk rejan). Tes PCR juga digunakan untuk mendeteksi virus corona penyebab covid-19. Covid-19 adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang lebih sering disebut virus corona. Virus corona penyebab covid-19 ini merupakan virus ribonucleic acid (RNA).
TERNATE, BRN - Kabar gembira datang dari penanganan dan percepatan virus corona di Maluku Utara. Ini setelah Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menyampaikan mulai pekan depan tidak lagi mengirim sampel spesimen atau lendir tenggorokan bagi pasien positif corona di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara, dr. Idhar Sidi Umar menyatakan, gugus tugas provinsi akan melakukan tes swab coronavirus disease 2019 atau covid-19  menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie, Ternate.

Idhar mengatakan, PCR itu tinggal di instal kemudian di operasikan. Ia menyebut, mulai besok hingga lusa dilakukan kesiapan. 

“Rencananya digunakan pekan depan. Semua alat penunjang sudah ada, termasuk cartridge, tinggal di instal saja. Kalau sudah siap langsung action,” katanya, Jumat (8/5) malam.

Idhar mengemukakan, adanya PCR ini guna mendeteksi secara cepat penyebaran covid-19 di Maluku Utara. Meski begitu, dia belum memastikan berapa banyak sampel spesimen yang di periksa dalam sehari.

“Semuanya tergantung tenaga medis. Yang menangani ini dokter ahli patologi klinik, dr. Fasni dibantu stafnya,” tandasnya.

Sekadar diketahui, PCR atau Polymerase Chain Reaction adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Saat ini, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus corona.

Prosedur pemeriksaan diawali dengan pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan), orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan), atau paru-paru pasien yang diduga terinfeksi virus corona.

Pengambilan sampel dahak ini dilakukan dengan metode swab, yang prosedurnya memakan waktu sekitar 15 detik dan tidak menimbulkan rasa sakit. Selanjutnya, sampel dahak akan diteliti di laboratorium. (han/red)

Komentar

Berita Terkini