|

PWI Halsel Desak Polisi Usut Kasus Kades Pukul Jurnalis

Sahril mengalami memer di leher akibat cekikan Kepala Desa Bisui, Sudirman Hi. Muhammad.
LABUHA, BRN - Persatuan Wartawan Indonesia Halmahera Selatan (PWI Halsel) mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap Sahril Helmi, jurnalis media online kabardaerah.com. Kekerasan yang menimpa Sahril itu diduga dilakukan Kepala Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, Halmahera Selatan, Sudirman Hi. Muhammad, Jum’at (1/5/2020).

Ketua PWI Halsel, Samsir Hamajen mendesak kepolisian segera menangkap dan memproses tindakan kekerasan tersebut. Sang kepala desa, menurut Samsir, sudah melanggar undang-undang tentang kebebasan pers.

“Di tangkap untuk mempertanggungjawabkan atas tindakan kekerasan yang sudah perbuat. Kami minta di proses sesuai hukum yang berlaku,” tendas wartawan surat kabar harian Malutpots itu.

Sahril Helmi menduga kekesaran terjadi dipicu lantaran dia menulis berita dengan judul ‘Kades Bisui Diduga Sunat Dana Penanggulangan virus Covid-19 di Desa Bisui’. Pemberitan itu, kemudian dia diminta bertemu dan menulis berita klarifikasi.

“Tapi setelah saya ke kantor desa, saya justru di cekik di leher hingga memar,” kata Sahril Helmi.

Sahril mengaku tidak menerima aksi premanisme tersebut. Dia pun memilih menyelesaikan masalah di kantor polisi. “Saya sudah lapor di Polsek Kecamatan Gane Timur untuk ditindaklanjuti,” akuinya.

Komentar

Berita Terkini